Sorong Menuju Hub Ekspor Timur Indonesia, Gubernur PBD Tawarkan Cetak Biru Rp1,5 Triliun ke Mendag
"Melalui program FASE, kami memangkas birokrasi yang melelahkan. Jika sebelumnya proses memakan waktu 21 hari karena harus lintas provinsi, dengan One Stop Service di Sorong Export Hub, semua selesai dalam 3 hari," papar Elisa Kambu optimis.
Pilar kedua menyasar transformasi 23 pasar rakyat menjadi simpul digital bagi Orang Asli Papua (OAP). Pemprov PBD berencana membangun 460 kios khusus Industri Kecil Menengah (IKM) OAP dan meluncurkan 50 unit armada "Pasar 3T Mobile" untuk menjangkau wilayah pegunungan dan pesisir.
Sementara itu, pilar ketiga berfokus pada sistem logistik dan stabilisasi harga melalui pembangunan enam Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) modern berkapasitas 30.000 ton serta usulan Buffer Fund sebesar Rp100 miliar.
"Investasi ini akan memberikan hasil yang nyata bagi negara dan masyarakat. Proyeksi nilai ekspor tahunan sebesar Rp15 triliun pada 2029, penciptaan 20.000 lapangan kerja, penghematan biaya logistik Rp600 miliar per tahun, dan yang terpenting: kenaikan pendapatan OAP sebesar 150 persen," pungkas Elisa Kambu.
Audiensi strategis ini turut didampingi oleh Anggota DPR RI Dapil PBD Robert Joppy Kardinal, Anggota DPD RI Dapil PBD Mamberob Y Rumakiek, serta Plt. Kepala Disperindag PBD Selviana Sangkek. Kini, bola berada di tangan Kementerian Perdagangan untuk merespons cetak biru ambisius yang berpotensi menjadi lompatan peradaban ekonomi bagi masyarakat di ufuk timur Indonesia.
Editor : Hanny Wijaya