Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Charles Toto Desak Dibentuknya Bank Benih Papua, Pangan Endemik Tak Boleh Punah
Advertisement . Scroll to see content

Kebanggaan Orang Tua, Prince Napitu Bawa Nama Papua Barat Daya ke Seleksi OSN 2026 Nasional

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:54 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Kebanggaan Orang Tua, Prince Napitu Bawa Nama Papua Barat Daya ke Seleksi OSN 2026 Nasional
Prince David Hamonangan Napitu sebelum mengikuti seleksi OSN 2026 tingkat nasional. (Insert Foto : Prince foto bersama dengan ayahnya, Karly Napitu.)

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Kebanggaan orang tua menjadi bagian penting di balik langkah Prince David Hamonangan Napitu menembus seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat nasional. Bagi Karly Napitu, keberhasilan putranya bukan sekadar tentang mengejar medali, melainkan pembuktian bahwa keberanian mencoba dapat membuka jalan bagi anak untuk berkembang dan membawa nama Papua Barat Daya ke tingkat nasional.

Prince, siswa SD Negeri 21 Kota Sorong, untuk pertama kalinya mengikuti OSN. Ia berhasil melewati rangkaian seleksi mulai dari tingkat Kota Sorong, provinsi, hingga mencapai tahapan tingkat nasional pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Iya untuk anak saya, Prince, Ini yang pertama kali anak saya ikuti lomba OSN. Syukur puji Tuhan, saat seleksi awal, langsung tembus kemarin dari yang Tingkat Kota Sorong, kemudian masuk ke tingkat Provinsi dan sekarang yang lolos untuk seleksi Tingkat nasional dari Tingkat SD,”ungkap Karly saat ditemui iNewssorongraya.id, Kamis (27/8/2026).

Seleksi Tingkat Nasional OSN 2026 jenjang pendidikan dasar digelar secara daring selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026. Pada Kamis (27/8/2026), Prince bersama enam pelajar lainnya dari Papua Barat Daya menjalani tahapan seleksi dari SMK Negeri 3 Kota Sorong dengan pendampingan guru dan orang tua.

Bagi keluarga Prince, perjalanan tersebut memiliki makna lebih besar daripada sekadar hasil akhir kompetisi. Proses seleksi yang panjang telah memberi pengalaman kepada seorang siswa sekolah dasar untuk mengasah konsentrasi, kemampuan berpikir, keberanian berkompetisi, serta daya juang.

Karly menilai OSN memberikan ruang positif bagi peserta didik untuk menguji kemampuan akademik sekaligus membangun mental kompetitif sejak usia dini.

“Program ini, bagi anak-anak sendiri, program ini bagus ya. Jadi melatih mereka punya konsentrasi dan daya berpikir serta daya juang juga motivasi Untuk mereka boleh full kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional Sudah bagus,” ungkap Karly yang sehari-hari merupakan karyawan PT Freeport Indonesia.

 

Perjuangan Prince Jadi Kebanggaan Keluarga

Bagi Karly, pencapaian Prince merupakan buah dari perjuangan yang patut dihargai. Ia berharap pengalaman pertama tersebut menjadi pijakan bagi putranya untuk terus berkembang, terlepas dari apa pun hasil yang diperoleh pada final nasional.

“ Anak saya, perjuangannya luar biasa, dan tentunya kami punya harapan, anak kami mendapat hasil terbaik dalam ajang seleksi Tingkat nasional ini dan membawa harum nama Papua Barat Daya di kancah nasional,” ujar Karly.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan seorang anak di arena kompetisi akademik tidak berdiri sendiri. Dukungan keluarga, sekolah, guru, serta kesempatan untuk mengikuti kompetisi menjadi bagian dari proses pembentukan prestasi.

Karly juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas pendukung pelaksanaan selekis OSN di Kota Sorong. Namun, ia berharap sarana penunjang bagi peserta dapat terus diperbaiki sehingga anak-anak dapat mengikuti kompetisi dengan kondisi yang lebih nyaman.

“Yang pertama kalau terkait program ini sudah bagus, mamun untuk fasilitasnya mungkin kalau ukuran kota Sorong sudah bagus, cuma mungkin agak ditambah untuk fasilitas tambahannya, supaya lebih nyaman begitu,”imbuhnya.

 

Tujuh Pelajar Papua Barat Daya Tembus Final Nasional

Capaian Prince menjadi bagian dari prestasi tujuh pelajar yang mewakili Papua Barat Daya pada seleksi Tingkat nasional OSN 2026 Jenjang Pendidikan Dasar 2026. Berdasarkan Pengumuman Finalis OSN Nasional Jenjang Pendidikan Dasar 2026 tertanggal 12 Agustus 2026, seluruh wakil Papua Barat Daya tersebut berasal dari Kota Sorong.

Pada jenjang SD, dua peserta bertanding di bidang IPA, yakni Syafid Ibni Basysyar dari SD Al Izzah dan Muhammad Djalalludin Akbar dari MIS Sains Al Hidayah Kota Sorong.

Bidang Matematika diwakili Raja Charrison Sinurat, sementara Prince David Hamonangan Napitupulu membawa nama SD Negeri 21 Kota Sorong pada bidang IPS.

Adapun dari jenjang SMP/MTs, tiga peserta lainnya ialah Alarich Alby Fachri Azis dari MTsS Sains Al Gebra Kota Sorong pada bidang IPA, Ahmad Naufal dari SMP Muhammadiyah Al-Amin Sorong pada bidang IPS, serta Renvic Loires Tulit Ama dari SMP Negeri 6 Kota Sorong pada bidang Matematika.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa Kota Sorong menjadi basis utama wakil Papua Barat Daya dalam kompetisi sains tingkat nasional tahun ini. Capaian itu sekaligus memberi gambaran bahwa potensi akademik pelajar daerah dapat muncul ketika tersedia pembinaan dan kesempatan berkompetisi secara berjenjang.

 

Lebih dari Sekadar Medali

Seleksi OSN 2026 tingkat nasional menjadi tahap penting setelah para peserta melewati seleksi tingkat daerah hingga provinsi. Persaingan di tingkat nasional tentu membawa tantangan lebih besar, tetapi keberhasilan mencapai babak seleksi nasional sendiri sudah menjadi capaian yang layak dicatat.

Bagi Prince, OSN 2026 juga menjadi pengalaman pertama untuk berhadapan dengan kompetisi akademik dalam skala nasional. Bagi keluarganya, momen tersebut menjadi alasan untuk memberikan dukungan penuh sekaligus membangun keberanian anak menghadapi tantangan baru.

Di sisi lain, keberhasilan tujuh pelajar Papua Barat Daya menunjukkan bahwa prestasi sumber daya manusia tidak selalu harus dimulai dari fasilitas yang sempurna. Yang lebih menentukan ialah adanya kesempatan, pembinaan berkelanjutan, pendampingan guru, dukungan keluarga, dan keberanian peserta untuk mengambil peluang.

Pada akhirnya, Prince dan enam pelajar lainnya tidak hanya membawa nama sekolah ketika memasuki seleksi Tingkat nasional dalam ajang OSN 2026. Mereka membawa harapan keluarga, guru, dan daerah yang mereka wakili.

Apa pun hasil akhir kompetisi, langkah Prince Napitupulu dan enam pelajar Papua Barat Daya ke panggung nasional telah menjadi pesan kuat: talenta akademik dari daerah mampu bersaing ketika diberi ruang untuk tumbuh, kesempatan untuk berkompetisi, dan dukungan untuk membuktikan kemampuannya.

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut