Raja Sinurat, Siswa SD Negeri 21 Sorong yang Menaklukkan Ketatnya OSN Matematika Nasional
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Raja Charrison Sinurat membuktikan potensi pelajar Papua Barat Daya mampu menembus persaingan sains tingkat nasional. Siswa SD Negeri 21 Kota Sorong itu meraih medali perunggu Matematika pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, dalam penampilan perdananya di tingkat nasional.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting karena perjalanan Raja menuju podium nasional tidak berlangsung instan. Ia harus melewati seleksi berjenjang mulai dari tingkat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, hingga akhirnya menjadi wakil provinsi pada kompetisi nasional.

Raja bahkan memulai perjalanan OSN 2026 ketika masih duduk di kelas IV SD. Setelah rangkaian kompetisi selesai pada 27–28 Agustus 2026, hasil diumumkan secara daring pada Minggu (30/8/2026), dengan Raja dinyatakan meraih medali perunggu bidang Matematika jenjang SD/MI/sederajat.
Capaian itu menjadi semakin menonjol karena OSN 2026 diikuti peserta dari 38 provinsi dengan jumlah pendaftar mencapai 941.692 siswa. Raja mampu bertahan melalui rangkaian penyaringan tersebut hingga memperoleh posisi sebagai salah satu peserta yang membawa nama Papua Barat Daya di tingkat nasional.

Kepala SD Negeri 21 Kota Sorong, Mujiyono Wasis Widodo, kemudian memberikan penghargaan kepada Raja dalam upacara bendera, Senin (31/8/2026). Apresiasi tersebut disaksikan guru dan siswa sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah dicapai.
Selain Raja, sekolah memberikan penghargaan kepada Prince David Hamonangan Napitu yang memperoleh Honorable Mention pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam ajang OSN 2026 tersebut.
Operator sekaligus Proktor SD Negeri 21 Kota Sorong, Jumadin Saleh, mengatakan keberhasilan kedua siswa tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah.
“Saya tentunya merasa bangga, karena anak-anak didik kami dari SD Negeri 21 Kota Sorong atas nama Raja dan David ini bisa berhasil di Tingkat Nasional,” ungkap Jumadin Saleh kepada iNewssorongraya.id, usai mengikuti pengumuman hasil lomba OSN 2026 tingkat Pusat, Minggu (30/8/2026).
Menurut Jumadin, pencapaian Raja merupakan hasil dari proses yang telah dibangun sebelum mengikuti OSN. Pengalaman dalam berbagai kompetisi akademik menjadi bekal bagi siswa tersebut ketika menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat nasional.

Kemampuan akademik itu juga ditopang ketekunan dalam mengikuti pembelajaran. Raja disebut mampu menangkap materi dengan cepat dan memiliki ketertarikan kuat terhadap Matematika.
Dukungan keluarga turut berperan dalam proses persiapan. Selain pembelajaran di sekolah, Raja memperoleh pendampingan orang tua melalui kegiatan belajar tambahan di luar sekolah.
Jumadin menegaskan penghargaan yang diberikan sekolah tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi diharapkan mampu memantik semangat siswa lain untuk mengejar prestasi.
“Penghargaan ini tentu juga diberikan kepada anak-anak kami yang berprestasi, agar menjadi motivasi agar kedepannya lebih baik lagi,” ujar Jumadin.

Raja diketahui merupakan siswa pindahan dari Merauke. Ia bergabung dengan SD Negeri 21 Kota Sorong ketika duduk di kelas IV setelah mengikuti perpindahan tugas ayahnya yang berstatus ASN.
Di sekolah, Raja tidak hanya dikenal melalui prestasi akademik. Ia juga dinilai ramah, rendah hati, dan mampu berinteraksi dengan teman-temannya. Bahkan, ia kerap membantu siswa lain yang mengalami kesulitan memahami pelajaran.
Orang tua Raja menyambut pencapaian tersebut dengan rasa syukur. Bagi keluarga, medali perunggu OSN menjadi dorongan agar kemampuan putranya terus berkembang.
“Tentunya ini merupakan suatu kebanggaan yah dan kami sebagai orang tua tentunya sangat bersyukur atas pencapaian dari anak kami ini,” kata orang tua Raja.

Keluarga menyebut OSN 2026 merupakan pengalaman pertama Raja dalam ajang tersebut. Persiapan pun dilakukan secara proporsional dengan memberikan arahan, pengawasan terhadap aktivitas anak, serta menanamkan pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi SD Negeri 21 Kota Sorong, capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan akademik. Pengembangan kemampuan numerasi dan literasi dinilai penting agar prestasi siswa tidak berhenti pada satu kompetisi.
Medali perunggu Raja pada akhirnya bukan sekadar penghargaan bagi seorang siswa. Prestasi tersebut menjadi penanda bahwa talenta dari Papua Barat Daya memiliki ruang untuk bersaing di panggung nasional, sekaligus menyisakan pekerjaan lebih besar: memastikan potensi seperti Raja terus dibina agar mampu mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Editor : Hanny Wijaya