get app
inews
Aa Text
Read Next : Empat Perusahaan Diduga Jadi Jalur Pencairan Rp6,54 Miliar Anggaran DPRP PBD

Polda Papua Barat Daya Mulai Kampanyekan Tourist Police Raja Ampat

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:52 WIB
header img
Personel Polda PBD mendampingi wisatawan di Piaynemo, Raja Ampat, saat pengambilan materi program Tourist Police, Sabtu (29/8/2026). Program ini akan diuji bukan oleh visual promosi, melainkan oleh respons nyata dalam menjamin keamanan dan kenyamanan

 

 

RAJA AMPAT, iNewssorongraya.idPolda Papua Barat Daya mengampanyekan program Tourist Police di Raja Ampat melalui produksi video di Piaynemo dan Arborek. Namun, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari materi promosi yang menarik; wisatawan akan menilai dari layanan yang benar-benar hadir ketika mereka membutuhkan bantuan.

Tim Multimedia Bidhumas Polda Papua Barat Daya, tim multimedia eksternal, dan personel Polres Raja Ampat merekam materi video pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Sebanyak 11 personel terlibat dalam kegiatan yang menampilkan pelayanan polisi di dua destinasi unggulan tersebut.

Produksi video itu menonjolkan interaksi personel dengan wisatawan, pemberian informasi, pendampingan, serta kesiapsiagaan melalui speedboat patroli. Sejumlah wisatawan asal Italia, Jerman, dan Inggris juga dilibatkan sebagai model.

Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan bahan dokumentasi itu akan disunting menjadi materi publikasi program Tourist Police.

“Pengambilan video dilaksanakan di dua lokasi, yakni Piaynemo dan Arborek, dengan melibatkan personel kepolisian serta wisatawan mancanegara. Seluruh bahan mentah selanjutnya akan diproses menjadi video utuh,” ujarnya.

Langkah itu menunjukkan upaya kepolisian membangun pendekatan yang lebih ramah bagi wisatawan. Di destinasi kepulauan seperti Raja Ampat, peran aparat memang tidak bisa berhenti pada pengamanan rutin. Wisatawan membutuhkan petugas yang mudah dihubungi, mampu berkomunikasi, memahami situasi perairan, dan cepat memberi pertolongan saat terjadi kendala.

Di titik inilah program Tourist Police menghadapi ujian utama. Video dapat membangun persepsi awal, tetapi kepercayaan wisatawan lahir dari pengalaman langsung: apakah mereka memperoleh informasi yang jelas, merasa aman saat berpindah antarpulau, serta mendapat respons cepat ketika menghadapi masalah.

Polda Papua Barat Daya menyatakan program tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan yang profesional, humanis, komunikatif, dan adaptif. Komitmen itu perlu diterjemahkan menjadi standar layanan yang terukur, terutama di kawasan wisata bahari yang memiliki tantangan jarak, cuaca, konektivitas, dan akses antarpulau.

Keamanan pariwisata Raja Ampat juga tidak dapat dibebankan hanya kepada polisi. Pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha, masyarakat adat, dan warga setempat perlu memiliki peran yang jelas. Kolaborasi itu penting agar perlindungan wisatawan tidak mengabaikan ruang adat, kehidupan warga, maupun kelestarian laut yang menjadi daya tarik utama Raja Ampat.

Materi video Tourist Police dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan wajah pelayanan kepolisian yang lebih terbuka. Akan tetapi, reputasi Raja Ampat sebagai destinasi kelas dunia pada akhirnya bergantung pada satu hal yang lebih mendasar: rasa aman yang benar-benar dirasakan wisatawan, bukan sekadar yang terlihat di layar.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut