get app
inews
Aa Text
Read Next : Wakapolda dan Tiga PJU Polda PBD Resmi Berganti

Polda PBD Peringati HUT Bhayangkara ke-80 : Presiden Minta Polri Jaga Kepercayaan Publik

Kamis, 02 Juli 2026 | 03:26 WIB
header img
Wakapolda PBD, Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa saat melakukan pemeriksaan pasukan didampingi komandan upacara.

 

AIMAS, iNewssorongraya.idPolda Papua Barat Daya memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan menggelar upacara dan syukuran di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu (1/7/2026). Momentum tersebut menjadi ruang konsolidasi Polri untuk memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik.

Wakapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa memimpin upacara sebagai inspektur upacara. Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin, yang sehari-hari menjabat Kabag Ops Polresta Sorong Kota, bertindak sebagai komandan upacara.

Upacara berlangsung khidmat. Inspektur upacara memeriksa pasukan menggunakan satu unit kendaraan taktis Brimob. Kegiatan itu diikuti pejabat utama Polda Papua Barat Daya, personel jajaran, Bhayangkari, unsur Forkopimda, instansi vertikal, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, serta mitra kerja Polri.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Komandan Koderal Sorong Laksamana Pertama TNI Tommy Herlambang, Danyonif 762 Letkol Inf. Sujarwo, Danyon Zipur 20/PPA Letkol Czi Coko Sasongko, Wadan Pasmar 3 Kolonel Marinir Andi Sultan Alimudin, Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Anung Sutan, Wakil Bupati Sorong, serta perwakilan Basarnas, MRP Papua Barat Daya, MUI, FKUB, PLN UP3 Sorong, Muhammadiyah Papua Barat Daya, DPR Kabupaten Sorong, dan organisasi lainnya.

Dalam upacara tersebut, Wakapolda Papua Barat Daya membacakan amanat tertulis Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden menegaskan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, memiliki makna bahwa seluruh perjalanan pengabdian Polri harus bermuara pada pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Presiden menyatakan pengabdian Polri harus tercermin melalui kesigapan, ketegasan, profesionalisme, dan pelayanan yang responsif. Menurut Presiden, Polri harus memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Apabila masyarakat telah sungguh-sungguh merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang,” ujar Presiden RI sebagaimana disampaikan oleh Wakapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Semmy.

Presiden juga menyoroti dinamika geopolitik global dan regional yang semakin kompleks. Polri diminta tidak hanya menjaga keamanan secara konvensional, tetapi juga mampu mengantisipasi perkembangan kejahatan berbasis teknologi informasi, memperkuat keamanan siber, dan merespons cepat tuntutan publik.

“Menyikapi perkembangan situasi geopolitik global dan regional yang semakin dinamis saat ini menjadikan tantangan yang serius bagi institusi Polri Khususnya dalam menjaga dan memeliharakan Kamtibmas, kejahatan yang berevolusi cepat seiring kemajuan teknologi informasi serta tingginya ekspetasi publik terhadap Polri menuntut Polri untuk mampu beradaptasi dan merespon secara cepat setiap tuntutan publik. Dalam menghadapi hal tersebut Polri tidak lagi bekerja secara reaktif melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adiktif dalam merespon dampak adanya dinamika global serta menjawab setiap tuntutan publik,” pesan Presiden.

Dalam amanat itu, Presiden meminta Polri memperkuat reformasi kelembagaan dan birokrasi. Polri harus menjadi institusi yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

“Manfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta tingkatkan transparansi proses kerja dan perkuat akuntabilitas organisasi. Hal ini sangat penting untuk meraih kepercayaan publik terhadap Polri,” pesan Presiden.

Presiden menilai legitimasi Polri dalam negara demokrasi tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga oleh pengakuan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, Polri diminta membangun budaya integritas di seluruh lini organisasi.

“Untuk itu, harus mampu menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat, bangun budaya integritas organisasi,” tandasnya.

Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S.A. Hengkelare menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata yang humanis, profesional, dan berintegritas.

Rangkaian upacara dilanjutkan dengan penghormatan kepada Pataka Polda Papua Barat Daya “Gana Dhiranutama”. Para tamu undangan kemudian menyaksikan penampilan tarian kolosal dan atraksi kolone senjata dari Brimob Polda Papua Barat Daya.

Kegiatan berlanjut dalam acara syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Wakapolda Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa bersama istri dan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama istri menyerahkan potongan tumpeng kepada anggota termuda dan tertua.

TNI juga memberikan kejutan berupa kue ulang tahun yang diserahkan oleh Komandan Pasukan Marinir 3 Sorong, Mayjen TNI Andi Rahmat M.

“Kami mengucapakan selamat Ulang Tahun saudara-saudaraku Polri, semoga sukses dan semakin jaya dan mengabdi untuk negeri, untuk Indonesia maju,” ujar Mayjen TNI Andi Rahmat.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Aimas menegaskan bahwa tantangan Polri semakin kompleks. Sinergi lintas lembaga, reformasi internal, pelayanan publik yang transparan, dan kepercayaan masyarakat menjadi fondasi penting bagi Polri dalam menjaga keamanan Papua Barat Daya secara profesional dan humanis.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut