Lima Penumpang Speedboat Serui-Waropen Ditemukan Selamat
NABIRE, iNewssorongraya.id — Enam hari tanpa kabar berakhir dengan kabar keselamatan. Lima penumpang speedboat yang hilang kontak dalam pelayaran dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menuju Waropen ditemukan dalam kondisi selamat di perairan belakang Pulau Moor, Sabtu (29/8/2026) pagi.
Kelima penumpang ditemukan sekitar pukul 06.30 WIT oleh KM Masirei yang sedang berlayar menuju Nabire. Mereka kemudian merapat ke kapal tersebut sebelum mendapatkan pertolongan.
Penemuan ini sekaligus mengakhiri ketidakpastian yang membayangi keluarga dan aparat setelah speedboat berwarna putih yang mereka tumpangi dilaporkan hanyut di tengah laut.
Tiga dari lima penumpang merupakan anggota Polres Waropen, Polda Papua, yakni Bripda Lamek Abon, Bripda Farel Raunsai, dan Bripda Melfin Maniani. Dua lainnya adalah warga sipil, Amsal Yowei selaku motoris dan Malfin Yowei.
Sebelumnya, speedboat 19 bertolak dari Serui pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIT dengan membawa lima orang dewasa. Sekitar pukul 17.00 WIT, Bripda Lamek Abon dilaporkan menyampaikan informasi melalui grup leting bahwa mereka hanyut di tengah laut.
Laporan mengenai kondisi tersebut kemudian diterima pada Senin (24/8/2026). Aparat bersama Basarnas Nabire melakukan koordinasi dan menyiapkan operasi pencarian dengan memperluas penyisiran ke sejumlah wilayah perairan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu sebelumnya mengatakan informasi mengenai kondisi para penumpang masih terus ditelusuri. Laporan awal menyebut speedboat terbawa arus ke arah barat hingga memasuki wilayah perairan Nabire.
Pencarian kemudian diarahkan ke kawasan Mor, Mambor, hingga Wapoga. Sat Polairud Polres Nabire juga berkoordinasi dengan sejumlah bagang di kawasan tersebut untuk membantu menemukan speedboat maupun penumpangnya.
Di tengah operasi, sempat muncul informasi bahwa para penumpang telah menyelamatkan diri di bagang sekitar Pulau Mor dan Pulau Mambor. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan sebelum akhirnya keberadaan mereka terkonfirmasi oleh KM Masirei.
Kini, keselamatan kelima penumpang telah dipastikan. Namun, keberhasilan menemukan mereka belum sepenuhnya menjelaskan apa yang terjadi sejak speedboat meninggalkan Serui hingga ditemukan di sekitar Pulau Moor.
Penyebab hilangnya komunikasi, kondisi speedboat, arah hanyut, cara kelima penumpang bertahan selama berhari-hari, serta kondisi mereka ketika ditemukan masih menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang perlu dijelaskan berdasarkan keterangan resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayaran antarpulau di perairan Papua memiliki tantangan keselamatan yang tidak ringan. Karena itu, setelah pencarian berakhir dengan keselamatan seluruh penumpang, perhatian berikutnya adalah memastikan kronologi kejadian terungkap secara utuh dan berbasis fakta.
Lima penumpang telah ditemukan. Kekhawatiran berakhir, tetapi enam hari tanpa kontak masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang menunggu jawaban resmi.
Editor : Hanny Wijaya