get app
inews
Aa Text
Read Next : Charles Toto Desak Dibentuknya Bank Benih Papua, Pangan Endemik Tak Boleh Punah

Tujuh Pelajar Berjuang Mengharumkan Nama Provinsi PBD di Seleksi OSN 2026 Tingkat Nasional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:46 WIB
header img
Tujuh pelajar asal Kota Sorong dari tingkat SD dan SMP mewakili Provinsi Papua Barat Daya ikuti seleksi OSN 2026 tingkat nasional.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Tujuh pelajar asal Kota Sorong kini membawa nama Papua Barat Daya dalam pertarungan akademik tingkat nasional melalui babak seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang pendidikan dasar. Setelah melewati seleksi tingkat kabupaten/kota dan provinsi, mereka menjadi satu-satunya wakil Papua Barat Daya yang berhasil menembus panggung nasional tahun ini.

Seleksi OSN 2026 berlangsung secara daring selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026. Pada hari kedua, Kamis (27/8/2026), ketujuh peserta mengikuti seleksi dari SMK Negeri 3 Kota Sorong dengan didampingi guru serta orang tua masing-masing.

Antusiasme para siswa terlihat selama mengikuti rangkaian ujian. Bagi mereka, OSN bukan sekadar kompetisi, tetapi kesempatan membuktikan bahwa anak-anak Papua Barat Daya mampu bersaing dalam bidang akademik di tingkat nasional.

Perwakilan Dinas Pendidikan Papua Barat Daya, Itje Rumbarar, mengatakan capaian tujuh siswa  tersebut menjadi sesuatu yang patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan pembinaan prestasi peserta didik.

“Kami dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya berharap supaya anak-anak kita ketujuh anak ini bisa sukses di tingkat nasional, untuk besok bisa dapat medali. Karena dari sekian anak-anak di Provinsi Papua Barat Daya Untuk SMP dengan SD, ketujuh anak ini yang berhasil lolos ke tingkat nasional,”ungkap Itje dalam keterangan persnya kepada iNewssorongraya.id, Kamis (27/8/2026).


Perwakilan Dinas Pendidikan Papua Barat Daya, Itje Rumbarar saat memberikan keterangan pers kepada iNewssorongraya.id.

 

Menurut Itje, tujuh siswa tersebut terdiri atas empat peserta jenjang SD dan tiga peserta jenjang SMP. Mereka mengikuti kompetisi pada bidang Matematika, IPA, dan IPS.

“Dan kami akan tetap laksanakan di tahun ke depan, karena kita kalau seleksi di tingkat nasional, itu kalau anak-anak ini tembus di provinsi dan ke nasional Jadi kita bersyukur karena tahun ini kita dapat tujuh anak dari Provinsi Papua Barat Daya yang mewakili ke level tingkat nasional,”ujarnya.

Sementara itu, guru pendamping, Jumadin Saleh, menjelaskan ketujuh siswa sebelumnya telah melewati tahapan seleksi mulai dari tingkat kota hingga provinsi sebelum akhirnya tampil di tingkat nasional.

“Terkait pelaksanaan kegiatan OSN Nasional Jadi sebelumnya kami sudah melaksanakan Olimpiade Science Nasional tingkat kota, provinsi sudah kami lewati Sekarang kami berada di tingkat nasional,”ungkap Jumadin Saleh


Jumadin Saleh, guru pendamping.

 

Guru SD Negeri 21 Kota Sorong itu mengatakan hari kedua kompetisi diisi dengan ujian Matematika, IPA, dan IPS untuk peserta SD maupun SMP.

“Jadi pada hari ini, pada tanggal 27 Agustus 2026, hari kedua kami melaksanakan ujian atau lomba atau seleksi di SMK Negeri 3 Kota Sorong, dimana pada hari ini berlangsung ujian mata pelajaran matematika IPA dan IPS untuk tingkat SD dan SMP,”ujar Jumadin.

Jumadin menyebut empat peserta berasal dari jenjang SD dan tiga lainnya dari SMP. Mereka menjadi representasi Papua Barat Daya dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai provinsi.

“Untuk tingkat SD 4 siswa dan SMP 3 siswa, jadi total 7 siswa, Ya anak-anak kami ini, sudah mewakili provinsi Papua Barat Daya Untuk tingkat nasional,”bebernya.


Para peserta didampingi guru pendamping saat melakukan persiapan sebelum kegiatan seleksi.

 

Berdasarkan Pengumuman Finalis OSN Nasional Jenjang Pendidikan Dasar 2026 tertanggal 12 Agustus 2026, seluruh finalis Papua Barat Daya berasal dari Kota Sorong.

Pada jenjang SD, dua wakil tampil di bidang IPA, yakni Syafid Ibni Basysyar dari SD Al Izzah dan Muhammad Djalalludin Akbar dari MIS Sains Al Hidayah Kota Sorong. Bidang Matematika diwakili Raja Charrison Sinurat, sedangkan bidang IPS diwakili Prince David Hamonangan Napitupulu, keduanya dari SD Negeri 21 Kota Sorong.

Sementara itu, tiga wakil pada jenjang SMP/MTs adalah Alarich Alby Fachri Azis dari MTsS Sains Al Gebra Kota Sorong untuk bidang IPA, Ahmad Naufal dari SMP Muhammadiyah Al-Amin Sorong untuk bidang IPS, serta Renvic Loires Tulit Ama dari SMP Negeri 6 Kota Sorong untuk bidang Matematika.


Salah satu peserta seleksi tengah serius mengikuti kegiatan.

 

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan talenta akademik di daerah mampu melahirkan siswa yang kompetitif. Keberhasilan tujuh pelajar itu juga menempatkan sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah dalam satu mata rantai penting pembentukan generasi berprestasi.

Namun, perjuangan mereka belum selesai. Seleksi nasional menjadi tahap pembuktian setelah rangkaian seleksi panjang yang telah dilalui. Medali memang menjadi target, tetapi keberanian membawa nama Papua Barat Daya ke panggung nasional merupakan capaian tersendiri.


Para peserta saat mengikuti seleksi yang diawasi oleh pengawas.

 

Tujuh pelajar itu kini tidak hanya mengerjakan soal dan mengejar nilai. Mereka membawa harapan sebuah provinsi yang sedang membangun fondasi sumber daya manusia melalui pendidikan.

Dari ruang ujian di Kota Sorong, perjuangan tujuh pelajar Papua Barat Daya kini dipertaruhkan di tingkat nasional. Apa pun hasil akhirnya, langkah mereka telah menunjukkan satu hal: prestasi besar dapat tumbuh dari daerah ketika bakat, kerja keras, pendampingan, dan keberanian untuk bersaing mendapat ruang.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut