DPO Tambrauw Bertambah, Polisi Ungkap Konflik Terstruktur di Bamusbama, Bukan Insiden Acak
Dua peristiwa terakhir tersebut diklasifikasikan sebagai dugaan pembunuhan berencana, pengeroyokan, dan penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa. Penyidik menemukan benang merah yang menghubungkan seluruh kejadian tersebut, termasuk keterlibatan aktor yang sama dalam beberapa laporan polisi.
Pengulangan inisial pelaku dalam sejumlah laporan memperkuat dugaan adanya kelompok terorganisir di balik rangkaian kekerasan tersebut.
Hingga kini, polisi menetapkan 14 orang dalam daftar buronan yang tersebar dalam tiga laporan polisi berbeda, yakni terkait pembakaran fasilitas negara, serta dua kasus pembunuhan pada Maret 2026.
Beberapa nama muncul berulang dalam berbagai kasus, mengindikasikan keterlibatan aktif dalam lebih dari satu peristiwa. Hal ini mempertegas analisis penyidik bahwa kekerasan yang terjadi bukan peristiwa acak, melainkan bagian dari jaringan yang terstruktur.
Meski demikian, aparat belum mengungkap motif utama maupun aktor intelektual di balik konflik tersebut.
Di tengah proses penyidikan, aparat kepolisian memperkuat pengamanan di wilayah Tambrauw. Sebanyak 183 personel Brimob Polda Papua Barat Daya masih disiagakan untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Kalau Brimob yang diperbantukan di sana belum ditarik. Mereka masih tetap berjaga guna mengamankan situasi kamtibmas di sana,” kata Junov.
Editor : Hanny Wijaya