get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Papua Barat Daya Gelar Operasi Ketupat Dofior 2026, 735 Personel Gabungan Disiagakan

Tekan Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Polda PBD–Bulog Sorong Gelar Gerakan Pangan Murah

Sabtu, 14 Maret 2026 | 05:27 WIB
header img
Wakapolda PBD Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa didampingi Asisten II Setda Papua Barat Daya Viktor Salossa saat menyalurkan pangan murah kepada warga. (Foto: iNewssorongraya.id).

AIMAS, iNewssorongraya.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Papua Barat Daya bersama Perum Bulog Sorong meluncurkan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Program tersebut digelar di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat (13/3/2026) dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, mulai dari Mabes Polri hingga tingkat Polda, Polres dan Polsek. 


Wakapolda PBD Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa didampingi Asisten II Setda Provinsi PBD, Viktor Salossa dan Dir Binmas Kombes Pol Muhammad Erfan, saat menyalurkan pangan murah kepada warga. (FOTO: iNewssorongraya.id)

 

Peluncuran kegiatan secara nasional dibuka langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo melalui sambungan daring. 

Di Papua Barat Daya, kegiatan dihadiri Wakapolda Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa didampingi Dir Binmas Kombes Pol. Muhammad Erfan, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sorong Riyadi Muslim, serta Asisten II Setda Papua Barat Daya Viktor Salossa bersama sejumlah pejabat utama Polda dan pimpinan OPD.

Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi pemerintah, Polri, dan Bulog dalam membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri. 

Ia mengungkapkan, kerja sama tersebut sebelumnya juga telah berjalan pada periode 2025 dengan distribusi ratusan ton beras kepada masyarakat penerima manfaat.

“Artinya, meskipun pada saat itu terdapat peralihan pemerintahan dari Papua Barat menjadi Papua Barat Daya, kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Polda Papua Barat Daya, serta Perum Bulog tetap berjalan dengan baik,” jelas Semmy. 

Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat yang disampaikan melalui Mabes Polri bersama manajemen Bulog untuk menjamin akses pangan terjangkau bagi masyarakat. 

Pada periode 2025, distribusi beras SPHP di wilayah Papua Barat Daya mencapai sekitar 641 ton dari target sekitar 1.400 ton dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram, sehingga mampu membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar.

“Harapan kami tentu kebijakan Pemerintah melalui distribusi beras SPHP dengan harga terjangkau juga telur dan minyak goreng sehingga dapat membantu masyarakat, khususnya pada momen bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri,” imbuhnya. 

Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sorong Riyadi Muslim memastikan stok pangan untuk wilayah Papua Barat Daya tetap aman. 

Ia menyebutkan, saat ini Bulog Sorong memiliki stok beras sekitar 1.000 ton dan akan segera mendapat tambahan pasokan besar dalam waktu dekat.

“Kalau mengikuti permintaan yang ada, saat ini posisi stok beras kami sekitar 1.000 ton, dan dalam waktu dekat akan ada tambahan lagi sekitar 1.600 ton. Jika melihat pergerakan penyaluran pada tahun lalu, total beras yang kami salurkan di wilayah Papua Barat Daya mencapai sekitar 40.000 ton. Jadi memang distribusinya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. 

Riyadi memperkirakan volume penyaluran beras tahun ini berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mungkin sekitar 11 sampai 12 persen peningkatan dibandingkan tahun lalu. Namun kami optimistis jumlahnya bisa meningkat, karena kemungkinan penugasan kepada kami juga akan diperbanyak,” lanjutnya. 


Wakapolda PBD Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa didampingi pejabat Pemprov dan Kepala Bulog Sorong saat menyalurkan pangan murah bagi warga. (Foto: iNewssorongraya.id)

Bulog sendiri menyalurkan beras medium dalam program SPHP, namun juga menyediakan beras premium sebagai alternatif bagi masyarakat. 

Distribusi bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilakukan di pusat kota, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah kabupaten di Papua Barat Daya. 

Penyaluran dilakukan secara masif melalui kerja sama lintas lembaga, termasuk Polres, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait agar bahan pokok dapat menjangkau masyarakat secara merata.

“Semua pihak turut dikerahkan untuk mendukung kegiatan ini agar penyaluran beras kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkas Riyadi.

Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga bahan pokok, sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Idulfitri dengan lebih tenang. 

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, kegiatan tersebut juga menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan BUMN pangan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut