get app
inews
Aa Text
Read Next : Rumah Persinggahan di KM 4 Logpon Diduga Jadi Basis Aktivitas KKB Yahukimo

Polisi Telusuri Asal Tiga Senjata Api yang Disita dari KKB di Yahukimo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:55 WIB
header img
Tiga senjata api milik KKB Wilayah Yahukimo yang berhasil diamankan Polisi.

 

YAHUKIMO, iNewssorongraya.id – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mulai menelusuri sumber tiga pucuk senjata api yang disita dalam operasi terhadap kelompok bersenjata di KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Penelusuran diarahkan untuk mengetahui asal-usul senjata, jalur peredaran, pemasok, dan pihak yang diduga mendukung persenjataan kelompok Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengatakan pemeriksaan tidak hanya difokuskan kepada orang yang berada di lokasi operasi, tetapi juga jaringan yang menyediakan senjata dan amunisi.

"Penyidik akan terus mendalami keterkaitan para pelaku, asal-usul persenjataan, serta jaringan yang diduga masih beroperasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penegakan hukum," kata Adarma.

Selain tiga senjata api, petugas menyita 43 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter dan satu peredam senjata. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Satreskrim Polres Yahukimo.

Pemeriksaan balistik diperlukan untuk menentukan karakteristik senjata dan membandingkannya dengan proyektil atau selongsong yang ditemukan dalam perkara sebelumnya.

Penyidik juga akan menelusuri nomor seri, jenis, negara produksi, perubahan bentuk, dan kemungkinan perpindahan kepemilikan senjata. Namun, kepolisian belum mengumumkan tipe maupun merek tiga senjata tersebut.

Dalam operasi pada Jumat (17/7/2026), tiga orang yang diidentifikasi sebagai Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage meninggal setelah kelompok bersenjata disebut melawan petugas.

Empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM turut diamankan. Keterangan mereka akan digunakan untuk menguji dugaan mengenai jalur persenjataan dan pihak yang terhubung dengan kelompok Ronal Heluka.

Keberhasilan menelusuri asal senjata menjadi bagian krusial penyidikan. Tanpa membongkar pemasok dan rantai distribusinya, peredaran senjata ilegal berpotensi terus menopang kekerasan bersenjata di wilayah Papua.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut