get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Telusuri Asal Tiga Senjata Api yang Disita dari KKB di Yahukimo

Rumah Persinggahan di KM 4 Logpon Diduga Jadi Basis Aktivitas KKB Yahukimo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:58 WIB
header img
Personel gabungan Kepolisian saat menggrebek rumah singgah diduga milik KKB wilayah Yahukimo.

 

YAHUKIMO, iNewssorongraya.id – Sebuah rumah persinggahan di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, diduga digunakan sebagai pusat aktivitas kelompok Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue pimpinan buronan Ronal Heluka.

Dugaan tersebut diperoleh dari penyelidikan dan informasi intelijen yang dikumpulkan petugas secara bertahap. Tim gabungan kemudian menggelar operasi di lokasi itu pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIT.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan petugas melakukan verifikasi sebelum memutuskan memasuki kawasan tersebut.

"Berdasarkan hasil pendalaman, kelompok tersebut diduga menggunakan sebuah rumah persinggahan di kawasan Logpon, KM 4, Distrik Dekai, sebagai lokasi aktivitas. Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat," ujar Yusuf.

Dalam pelaksanaan operasi, tim gabungan mengaku mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata. Petugas selanjutnya melakukan tindakan tegas dan terukur.

Tiga orang yang disebut sebagai anggota Batalyon Yamue meninggal. Mereka diidentifikasi sebagai Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage.

Temuan di rumah persinggahan itu meliputi tiga senjata api, 43 butir amunisi, peredam, handy talky, tujuh telepon genggam, dua kapak, dan dua pisau panjang.

Barang-barang tersebut menguatkan dugaan aparat bahwa lokasi itu tidak sekadar menjadi tempat tinggal sementara, melainkan digunakan untuk komunikasi, penyimpanan perlengkapan, dan aktivitas kelompok.

Empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM turut diamankan. Penyidik masih mencari tahu apakah mereka penghuni, penghubung, penyedia logistik, atau tidak terlibat dalam aktivitas bersenjata.

Polisi belum menjelaskan kepemilikan rumah persinggahan maupun lamanya lokasi tersebut digunakan. Fakta itu masih menjadi bagian dari pengembangan penyidikan untuk memetakan fungsi kawasan Logpon dalam jaringan kelompok Ronal Heluka.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut