get app
inews
Aa Text
Read Next : Rumah Persinggahan di KM 4 Logpon Diduga Jadi Basis Aktivitas KKB Yahukimo

Delapan Orang Diamankan, Polisi Telusuri Jaringan KKB Batalyon Yamue

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:52 WIB
header img
Operasi penegakan hukum Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan Sat Brimod Polda Papua.

 

 

YAHUKIMO, iNewssorongraya.id – Penyidik Operasi Damai Cartenz-2026 mendalami sedikitnya delapan orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue pimpinan buronan Ronal Heluka.

Empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM diamankan setelah operasi penegakan hukum di KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (17/7/2026).

Polisi menyatakan keempatnya masih diperiksa untuk mengetahui peran, hubungan, dan tingkat keterlibatan dengan kelompok bersenjata yang menjadi sasaran operasi. Kepolisian belum memaparkan status hukum masing-masing orang tersebut.

Sebelum operasi di Logpon, aparat juga telah mengamankan empat orang berinisial HH, KG, EH, dan AS. Mereka disebut memiliki kaitan dengan kelompok yang sama dan kini sedang menjalani proses hukum.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani, mengatakan penyidikan tidak berhenti pada pelaku yang berada di lokasi, tetapi diarahkan untuk mengungkap jaringan secara menyeluruh.

"Operasi ini dilaksanakan berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi yang diperoleh petugas di lapangan. Seluruh tindakan dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Barang bukti yang berhasil diamankan akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata tersebut secara menyeluruh," ujar Faizal.

Penyidik akan memeriksa hubungan komunikasi, jalur pergerakan, dukungan logistik, dan kemungkinan pihak lain yang membantu aktivitas kelompok.

Tujuh telepon genggam dan satu handy talky yang ditemukan di lokasi menjadi bagian dari barang bukti yang akan dianalisis. Pemeriksaan perangkat tersebut diharapkan dapat mengungkap pola komunikasi kelompok, tetapi hasilnya belum disampaikan kepada publik.

Operasi di Logpon juga menyebabkan tiga orang bernama Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage meninggal setelah aparat menyatakan mendapat perlawanan bersenjata.

Pengembangan jaringan tetap harus didasarkan pada alat bukti yang sah. Keterangan orang yang diamankan akan dicocokkan dengan data digital, hasil pemeriksaan senjata, serta temuan penyelidikan lainnya sebelum penyidik menetapkan langkah hukum lanjutan.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut