get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Papua Barat Daya Musnahkan Barang Bukti Ganja, Kapolda : Perang Total Terhadap Narkoba

Polda Papua Barat Daya Gelar Operasi Ketupat Dofior 2026, 735 Personel Gabungan Disiagakan

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:24 WIB
header img
Kapolda PBD, Brigjen Pol Gatot Haribowo didampingi Wakapolda, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa bersama Pimpinan TNI dan Pejabat Pemerintah Daerah saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

 

AIMAS, iNewssorongraya.id — Kepolisian Daerah Papua Barat Daya resmi menggelar Operasi Ketupat Dofior 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Sebanyak 735 personel gabungan dikerahkan guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali selama momentum Lebaran di wilayah tersebut.

Operasi pengamanan itu ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Kamis (12/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolda juga membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengenai kesiapan Polri menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik dan arus balik.

“Pada sore hari ini kita baru saja melaksanakan kegiatan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat tahun 2026. Operasi ini akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan tanggal 25 Maret,” ujar Gatot Haribowo kepada wartawan.

Operasi Ketupat Dofior 2026 akan berlangsung selama 13 hari, dengan melibatkan ratusan aparat gabungan yang disiagakan di berbagai titik strategis.

Kapolda menyebutkan, Polda Papua Barat Daya mengerahkan 442 personel Polri yang diperkuat 293 personel dari instansi lain seperti TNI, Satpol PP, dan unsur pengamanan lainnya.

“Total personel yang terlibat dalam operasi ini sebanyak 735 orang, dan kami juga menyiapkan pasukan yang stand-by atau siaga sekitar satu kompi untuk mengantisipasi situasi tertentu,” jelasnya.

Personel tersebut akan disebar ke sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Untuk memperkuat pengamanan selama arus mudik dan arus balik, kepolisian juga mendirikan 23 pos pelayanan dan pengamanan.

Pos tersebut terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, serta pos terpadu yang ditempatkan di lokasi dengan intensitas aktivitas tinggi.

“Pos-pos tersebut akan ditempatkan di lokasi-lokasi keramaian seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, tempat ibadah, serta di jalur-jalur transportasi,” kata Gatot.

Penempatan pos difokuskan pada jalur darat menuju Sorong dari wilayah Maybrat dan Tambrauw, serta area pelabuhan dan bandara yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat.

Selain menyiapkan pengamanan, Polda Papua Barat Daya juga memastikan kondisi jalur transportasi di wilayah tersebut dalam keadaan aman dan dapat dilalui masyarakat.

Menurut Kapolda, jalur darat dari Maybrat maupun Tambrauw menuju Sorong masih relatif aman dilintasi kendaraan.

“Jalur transportasi darat seperti dari Maybrat menuju Sorong maupun dari Tambrauw menuju Sorong relatif bisa dilalui dengan baik. Begitu juga dengan transportasi udara dan laut, semuanya siap memberikan pelayanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik maupun arus balik,” tuturnya.

Kepolisian juga akan meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang dianggap rawan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

“Antisipasi itu dalam bentuk patroli, lebih sering untuk melakukan patroli di wilayah tersebut,” kata Gatot.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, kepolisian juga memastikan ketersediaan bahan pokok di Papua Barat Daya dalam kondisi aman.

Hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

“Kami mendapat informasi dari dinas terkait bahwa untuk kebutuhan bahan pokok masyarakat masih dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam menyambut Hari Raya Idulfitri,” jelas Kapolda.

Dengan berbagai langkah pengamanan tersebut, Polda Papua Barat Daya berharap masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

“Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Dofior 2026 ini kami berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Gatot.

Usai apel gelar pasukan, Kapolda Papua Barat Daya bersama Wakapolda Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, unsur TNI, dan pejabat pemerintah daerah turut melakukan pemusnahan barang bukti minuman keras hasil sitaan dalam Operasi Pekat 2026.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen aparat dalam menekan potensi gangguan keamanan menjelang perayaan Idulfitri di wilayah Papua Barat Daya.

Operasi Ketupat Dofior 2026 diharapkan mampu memastikan stabilitas keamanan selama periode mudik hingga arus balik Lebaran, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan hari besar keagamaan tersebut.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut