Kasus Kekerasan Terhadap Tiga Warga Sipil Masih Diselidiki, Kapolda PBD: Maybrat Tetap Kondusif

ANDREW CHAN
Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Audie Sonny Latuheru.

 

 

SORONG, iNewssorongraya.id — Penyelidikan kekerasan terhadap tiga warga di Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, berjalan bersamaan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan daerah. Polisi memastikan kondisi Maybrat tetap aman meski sebelumnya masyarakat menggelar aksi selama empat hari di Kantor Bupati.

Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Audie Sonny Latuheru mengatakan, tim investigasi kini telah memasuki lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP atas insiden yang terjadi pada 13 Agustus 2026 tersebut.

“Tim sekarang sedang baru masuk ke dalam lokasi TKP. Kita berharap hari ini bisa dilakukan olah TKP dan lebih lancar,” ujar Audie.

Tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Namun, polisi belum mengungkap pihak yang diduga terlibat maupun motif kejadian karena proses pengumpulan bukti masih berlangsung.

Kapolda menegaskan penyidik tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan dengan kesimpulan yang belum teruji.

“Untuk hasilnya, prediksinya saya tidak bisa menyampaikannya, karena saya harus bicara berdasarkan fakta dan data. Sekarang belum ada yang bisa saya komentari,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan terhadap korban juga belum seluruhnya menjadi dasar kesimpulan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan, termasuk visum, sebelum menentukan perkembangan perkara.

“Semua masih berjalan, tidak ada yang bisa saya sampaikan sebelum hasil semuanya kita bisa simpulkan dengan benar,” katanya.

Sementara proses hukum berlangsung, kondisi keamanan di Kabupaten Maybrat disebut tetap aman dan terkendali. Kepolisian juga menyoroti aksi masyarakat yang sebelumnya menduduki Kantor Bupati selama empat hari.

Menurut Audie, aksi tersebut berlangsung damai tanpa kerusakan fasilitas pemerintah.

“Aman. Masyarakat juga yang kemarin demo sangat baik. Waktu empat hari mereka menduduki kantor bupati, tidak ada satu pot bunga pun yang rusak,” ungkapnya.

Pendekatan aparat bersama Forkopimda kemudian membuat aspirasi masyarakat dapat disampaikan hingga massa meninggalkan lokasi secara tertib.

“Setelah kemarin kami datang, penyampaian aspirasinya tercapai dan mereka sudah kembali ke tempatnya masing-masing dengan aman, damai,” pungkas Kapolda.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan perkara dan pemeliharaan keamanan berjalan pada dua jalur berbeda: penyidik masih bekerja mengurai fakta kekerasan, sementara masyarakat dan aparat menjaga agar situasi Maybrat tidak kembali memanas. Hasil investigasi kepolisian kini menjadi kunci untuk memberikan kepastian atas insiden yang melukai tiga warga tersebut.

 

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network