SORONG, iNewssorongraya.id — Tiga warga sipil korban insiden di Kampung Ainod, Kabupaten Maybrat, kini berada dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi dan perawatan di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Pada saat yang sama, penyidik Polres Maybrat telah menerima hasil visum ketiga korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Ketiga pasien merupakan korban rujukan dari RSUD Pratama Maybrat. Mereka tiba di RSUD Sele Be Solu pada 14 Agustus 2026 malam dengan kondisi yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Petronela Djitmau, mengatakan ketiganya langsung mendapatkan penanganan kegawatdaruratan setelah tiba di rumah sakit.
Dokter kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, memberikan terapi, serta menyiapkan kebutuhan darah untuk tindakan operasi.
“Seluruh rangkaian operasi dan penanganan medis berlangsung aman hingga selesai pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIT,” ujarnya.
Memasuki hari keempat perawatan, kondisi ketiga korban dinyatakan stabil. Mereka tidak lagi menjalani perawatan di ruang ICU dan kini menjalani pemulihan serta pengawasan medis lanjutan.
Pemantauan dilakukan dokter spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan. Salah satu pasien juga mendapat penanganan dokter spesialis THT sesuai kebutuhan medis.
Susi mengatakan rumah sakit telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat pada Selasa (18/8/2026). Penyerahan disaksikan keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPR Provinsi Papua Barat Daya, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya.
“Pada Selasa, 18 Agustus 2026, pihak rumah sakit juga telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat, disaksikan keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPR Provinsi Papua Barat Daya, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi,” ungkapnya.
Selain tiga dokumen Visum et Repertum, rumah sakit menyerahkan dokumentasi pemeriksaan pasien, termasuk foto ketika berada di IGD dan saat menjalani operasi.
Bagi kuasa hukum korban, dokumen tersebut penting untuk menguji keterangan yang telah disampaikan korban maupun saksi mengenai peristiwa penembakan.
“Hasil visumnya diserahkan hari ini,” kata Leonardo Ijie, salah satu kuasa hukum korban.
Leonardo berharap proses penyelidikan tidak berlangsung terlalu lama. Ia meminta seluruh bukti, termasuk keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis, segera dianalisis untuk memperjelas kejadian.
“Karena hasil visumnya sudah diserahkan kepada pihak berwenang, dan pemeriksaan saksi korban juga saksi fakta sudah berlangsung dan selesai dilakukan,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, Susi memastikan biaya penanganan medis, operasi hingga perawatan pascaoperasi ketiga korban sepenuhnya ditanggung Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
“Kami pihak Rumah sakit menyampaikan keprihatinan dan empati kepada keluarga korban serta mendoakan agar seluruh pasien segera pulih,” tambahnya.
Kini kondisi medis korban relatif terkendali. Namun, pertanyaan mengenai bagaimana mereka mengalami luka dan siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut masih menjadi kewenangan penyidik untuk dibuktikan berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
