Polisi Ungkap Identitas Mayat di Perairan Pulau Soop Sorong, Ternyata Penumpang KM Sabuk Nusantara 7
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Misteri identitas jenazah pria yang ditemukan hanyut di perairan Pulau Soop, Kota Sorong, mulai terungkap. Polisi memastikan jasad tersebut merupakan Syamsul Kubalai, warga Seram, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat perjalanan menggunakan KM Sabuk Nusantara 75 menuju Sorong.
Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, AKP Afriangga U Tan, mengatakan identitas korban diketahui setelah tim melakukan proses identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan dua warga pada Jumat (2/10/2026) pagi.
"Jadi berdasarkan informasi yang kami terima pada saat itu dari Kasat Polairud bahwa ada laporan dari masyarakat ada ditemukan apa namanya jenazah di perairan dekat Pulau Soop,"ungkap AKP Afriangga U Tan di ruang kerjanya, Sabtu (3/10/2026).
Penemuan tersebut bermula ketika dua warga, Andika Arfan dan Daud Tangke, hendak melaut. Keduanya melihat benda menyerupai batang kayu yang hanyut di perairan. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan jasad manusia.
"Nah begitu di dekati, ternyata itu jasad manusia,"ujar Afriangga.
Kedua saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Polairud Polresta Sorong Kota. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada Sat Reskrim untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah ke daratan. Polisi bersama tim identifikasi dan piket Reskrim membawa jasad tersebut ke RSUD Sele Be Solu untuk menjalani pemeriksaan.
Hasil identifikasi melalui pengambilan sidik jari dan pemeriksaan lainnya akhirnya mengungkap identitas korban sebagai Syamsul Kubalai.
"Jadi dari dari hasil identifikasi melalui pengambilan sidik jari dan lain-lain itu kemudian kita temukan identitas yang bersangkutan yaitu korban atas nama Syamsul Kubalai, dengan identitas merupakan warga Seram,"ungkap AKP Afriangga.
Identitas tersebut kemudian dicocokkan dengan laporan orang hilang yang dibuat pada 29 September 2026. Polisi menemukan kesesuaian antara data korban dengan laporan yang dibuat oleh istrinya.
Sebelum dinyatakan hilang, Syamsul disebut berangkat dari Seram bersama istri dan anaknya menggunakan KM Sabuk Nusantara 75. Saat kapal mendekati Pelabuhan Sorong, istrinya menyadari korban tidak lagi berada di kapal.
Keluarga kemudian melakukan pencarian bersama pihak Polsek KP3 Laut dan Polair di dalam kapal hingga sekitar kawasan dermaga Sorong. Namun, keberadaan Syamsul tidak ditemukan hingga akhirnya jasadnya ditemukan di perairan Pulau Soop.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta pihak keluarga membuat laporan polisi sebagai dasar penanganan perkara. Penyidik juga mengajukan pemeriksaan visum terhadap jenazah.
Polisi menyebut hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik. Namun, kondisi jenazah yang telah berada di air selama beberapa hari membuat penyidik masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil itu juga tidak ada tanda-tanda kekerasan secara fisik, namun dengan keadaan luka sudah sekitar 4-5 hari sudah seperti itu untuk kondisi korban,"jelasnya.
Penyidik belum dapat memastikan bagaimana Syamsul bisa berada di perairan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia. Polisi masih menunggu pemeriksaan terhadap keluarga korban serta awak KM Sabuk Nusantara 75.
"Saat ini kita juga masih menunggu kapal sabuk nusantara yang pada saat ini masih berlayar ke Seram untuk memeriksa awak kapal. Dari situ nanti mungkin kalau memang ada bukti-bukti atau apa namanya indikasi-indikasi baru mungkin nanti kita lebih lanjut untuk pemberitaan,"ujarnya.
Pemeriksaan terhadap istri korban juga belum dilakukan secara maksimal karena keluarga masih dalam suasana berduka. Polisi menyatakan keterangan keluarga tetap diperlukan untuk menyusun rangkaian peristiwa sebelum korban dinyatakan hilang.
Bagi penyidik, titik penting berikutnya adalah menelusuri aktivitas korban sebelum hilang dari kapal hingga jasadnya ditemukan di perairan Pulau Soop. Pemeriksaan awak kapal diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keberadaan korban selama perjalanan menuju Sorong.
Polisi juga belum menutup kemungkinan berbagai skenario terkait hilangnya korban. Kesimpulan mengenai penyebab kematian maupun bagaimana korban bisa berada di laut baru akan ditentukan setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai.
"Jadi perkara ini, sampai saat ini masih terus kita lakukan penyelidikan hingga tuntas, dimana kita masih terus berusaha untuk mengungkap perkara ini secara terang benderang."
"Apakah korban terjatuh dari kapal, atau penyebab lain, kita selesaikan penyelidikan dulu nanti baru kemudian kita bisa tarik kesimpulan dari lakukan penyidikan secara keseluruhan dulu."
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Syamsul Kubalai telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan pada Jumat (2/10/2026).
Terungkapnya identitas korban kini menjadi titik awal bagi polisi untuk mengurai peristiwa secara utuh. Jenazah telah ditemukan dan identitas telah dipastikan, tetapi bagaimana Syamsul bisa hilang dari kapal hingga berakhir di perairan Pulau Soop masih menjadi bagian yang harus dijawab melalui penyelidikan.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
