Maybrat Terancam Kemarau Panjang, Satgas Bencana Dinilai Mendesak Dibentuk
MAYBRAT, iNewsSorongRaya.id — Pemerintah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, didorong tidak menunggu kebakaran hutan terjadi untuk bertindak. Ancaman kemarau panjang hingga November, ditambah potensi dampak fenomena El Niño, dinilai membutuhkan langkah mitigasi yang terukur sejak dini.
Dorongan tersebut disampaikan aktivis masyarakat adat dan intelektual muda Maybrat, Alfius Kambu, yang menilai kondisi geografis daerah dengan kawasan hutan, pertanian, perkebunan lokal, dan permukiman membuat Maybrat memiliki kerentanan terhadap kekeringan maupun kebakaran.
Menurutnya, pembentukan Satuan Tugas Mitigasi, Pencegahan, dan Penanggulangan Bencana perlu dipertimbangkan sebagai langkah strategis menghadapi risiko bencana selama musim kemarau.
Satgas tersebut tidak semestinya hanya bekerja ketika api sudah membesar. Fungsi utamanya harus mencakup pemetaan kawasan rawan, pemantauan cuaca dan kondisi kekeringan, penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, hingga kesiapan personel, peralatan, dan sumber air.
Editor : Hanny Wijaya