get app
inews
Aa Text
Read Next : Empat Perusahaan Diduga Jadi Jalur Pencairan Rp6,54 Miliar Anggaran DPRP PBD

Polisi Baru Masuk TKP, Kekerasan Terhadap Tiga Warga Maybrat Masih Misteri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:23 WIB
header img
Kapolda PBD, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

 

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Misteri kekerasan terhadap tiga warga di Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, belum terurai. Hingga Sabtu (22/8/2026), polisi baru memasuki lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara identitas pelaku dan motif insiden masih belum diketahui.

Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Audie Sonny Latuheru mengatakan, tim kepolisian dikerahkan untuk mengumpulkan fakta dan data yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

“Tim sekarang sedang baru masuk ke dalam lokasi TKP. Kita berharap hari ini bisa dilakukan olah TKP dan lebih lancar,” ujar Kapolda Papua Barat Daya usai pelantikan sejumlah Kapolres dan PJU Polda Papua Barat Daya, Sabtu (22/8/2026).

Peristiwa yang terjadi pada 13 Agustus 2026 itu menyebabkan tiga warga mengalami luka-luka. Namun, kepolisian belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab, kronologi maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Audie menegaskan, penyidik tidak akan mengambil kesimpulan berdasarkan dugaan sebelum seluruh informasi dari lapangan diperoleh dan diverifikasi.

“Untuk hasilnya, prediksinya saya tidak bisa menyampaikannya, karena saya harus bicara berdasarkan fakta dan data. Sekarang belum ada yang bisa saya komentari,” tegasnya.

Pemeriksaan terhadap korban juga masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara. Polisi masih menunggu seluruh hasil pemeriksaan, termasuk hasil visum, sebelum menarik kesimpulan.

“Semua masih berjalan, tidak ada yang bisa saya sampaikan sebelum hasil semuanya kita bisa simpulkan dengan benar,” katanya.

Di tengah belum terungkapnya kasus tersebut, kepolisian memastikan kondisi keamanan Kabupaten Maybrat tetap aman dan terkendali.

Situasi itu juga terlihat dalam aksi masyarakat yang sebelumnya berlangsung selama empat hari di Kantor Bupati Maybrat. Kapolda menyebut demonstrasi tersebut berjalan tertib tanpa kerusakan fasilitas.

“Aman. Masyarakat juga yang kemarin demo sangat baik. Waktu empat hari mereka menduduki kantor bupati, tidak ada satu pot bunga pun yang rusak,” ungkapnya.

Setelah aparat bersama Forkopimda melakukan pendekatan, massa menyampaikan aspirasi dan kemudian meninggalkan lokasi secara damai.

“Setelah kemarin kami datang, penyampaian aspirasinya tercapai dan mereka sudah kembali ke tempatnya masing-masing dengan aman, damai,” pungkas Kapolda.

Kini, perhatian tertuju pada hasil olah TKP dan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan kepolisian. Sebelum bukti-bukti tersebut terkumpul, polisi memilih menahan informasi mengenai pelaku maupun motif agar penyelidikan tidak dibangun di atas spekulasi.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut