Maybrat Terancam Kemarau Panjang, Satgas Bencana Dinilai Mendesak Dibentuk
Risiko kebakaran semakin serius ketika vegetasi mengering dan angin mempercepat penyebaran api. Karena itu, edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan harus diperkuat, termasuk mendorong praktik pembukaan lahan yang memperhatikan keselamatan dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, perlindungan hutan Maybrat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat adat. Kawasan hutan berfungsi sebagai sumber pangan, air, penghidupan, sekaligus bagian dari warisan lingkungan yang harus dijaga untuk generasi berikutnya.
Peran tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dinilai penting untuk membangun kesadaran bahwa menjaga hutan bukan semata-mata agenda pemerintah, melainkan kepentingan bersama.
Alfius juga mendorong Pemerintah Kabupaten Maybrat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengarahkan kebijakan serta anggaran penanggulangan bencana pada langkah konkret, mulai dari pemetaan risiko, patroli kawasan rawan, penyediaan peralatan, pelatihan masyarakat, sistem peringatan dini, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
Editor : Hanny Wijaya