get app
inews
Aa Text
Read Next : Wakapolda Papua Barat Daya: Lapas Bukan Tempat Terakhir, Warga Binaan Harus Bangkit

Anggota DPR RI Yan Mandenas Soroti Lapas Sorong Yang Overkapasitas, Satu Kamar Diisi 20 Orang

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:41 WIB
header img
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas didampingi Wakapolda PBD, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa, saat kunjungi Lapas Kelas II B Sorong dan disambut musik tradisional Papua.

 

SORONG, iNewsSorongRaya.id — Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, menyoroti kondisi Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Sorong yang mengalami overkapasitas serius dan membutuhkan pembenahan fasilitas secara cepat.

Sorotan itu disampaikan Yan saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (8/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Yan meninjau klinik kesehatan, dapur, blok tahanan, ruang warga binaan, hingga unit usaha UMKM warga binaan perempuan.

Yan mengatakan Lapas Sorong menjadi salah satu lapas di wilayah Papua yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Ia menilai kepadatan penghuni dapat memengaruhi kenyamanan, keamanan, serta efektivitas program pembinaan.

“Kondisi Lapas Sorong yang sangat over crodit dan pernah mengalami masalah tahanan lari, saya pikir ini salah satu prioritas yang nanti kita dorong untuk ada perhatian dari kementerian ketika alokasi anggarannya ada, kita minta salah satu di Papua yang mungkin kita harus perlu benahi adalah Lapas Sorong,” ujar Yan kepada wartawan.

Menurut Yan, persoalan lapas tidak hanya berkaitan dengan pengamanan. Pemerintah juga perlu memperbaiki sarana dasar agar warga binaan menjalani masa pidana dalam kondisi yang lebih manusiawi.

“Dari sarana dan prasarana, fasilitas ruang tahanan, ini harus kita perhatikan. Kemudian masukan dari para warga binaan juga kalau banjir kan air suka naik sampai tinggi, nah mungkin bangunan ini harus di-upgrade supaya bisa memberikan kenyamanan untuk saudara-saudara kita yang menjalani masa tahanan di sini,” katanya.

Yan menyebut kondisi hunian di Lapas Sorong sudah melampaui kapasitas ideal. Ia menemukan satu ruang yang seharusnya ditempati 10 orang kini dapat dihuni hingga sekitar 20 warga binaan.

“Jadi saya monitor seluruh Papua dan saya lihat Sorong ini memang salah satu yang harus kita tangani cepat karena tahanan cukup banyak. Satu ruangan yang harusnya 10 orang, tapi di sini bisa sampai 20 orang. Sudah overcapacitas,” katanya.

Ia menyatakan persoalan serupa juga terjadi di sejumlah lapas lain di Papua, termasuk Manokwari dan Jayapura. Namun, Yan menilai Lapas Sorong termasuk wilayah yang paling mendesak untuk ditangani.

“Hampir semua provinsi. Di Papua saya sudah cek lapas-lapasnya. Jadi memang salah satu yang over crodit paling besar adalah di Sorong, Manokwari, sama di Jayapura juga,” ujarnya.

Meski mengkritisi kondisi fasilitas, Yan menilai petugas Lapas Sorong masih menjalankan tugas dengan baik. Ia mengatakan kepala lapas dan jajaran petugas tetap berupaya menjalankan program pembinaan di tengah keterbatasan sarana.

“Kalau petugas Lapas sampai saat ini tidak ada kendala, karena rata-rata para Kalapas saya lihat mereka mampu untuk melakukan program binaan untuk warga yang ada di dalam Lapas,” kata Yan.

Yan memastikan seluruh aspirasi dari Lapas Sorong akan dibawa ke rapat kerja bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui dukungan hibah apabila anggaran daerah memungkinkan.

“Intinya saya membantu untuk menyuarakan suaranya Kalapas dan keluarga binaan di sini, supaya bisa ada realisasi sedikit demi sedikit yang bisa mereka lakukan untuk benahi. Tapi tidak menutup kemungkinan ketika pemerintah daerah mempunyai anggaran daerah yang cukup baik, ya mereka juga bisa membantu dalam bentuk Hibah. Jadi kita dorong kolaborasi,” katanya.

Yan menegaskan pembenahan Lapas Sorong harus diarahkan pada perbaikan hunian, penguatan pembinaan, dan pencegahan gangguan keamanan. Ia menilai warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang wajib mendapat perhatian negara.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut