Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Narasi Penculikan Julia di Merauke Dipatahkan Polisi, Penyidik Temukan Fakta yang Berbeda
Advertisement . Scroll to see content

Pembangunan Merauke Harus Berbasis Pengetahuan Masyarakat Adat

Jum'at, 18 September 2026 | 09:11 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Pembangunan Merauke Harus Berbasis Pengetahuan Masyarakat Adat
Aademisi Universitas Papua (UNIPA), Hendrik Arwam, dalam forum diskusi terpumpun di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Kabupaten Merauke, Kamis (17/9/2026). Foto: isy

MERAUKE, iNewsSorongRaya.id - Penguatan masyarakat hukum adat perlu ditempatkan sebagai bagian utama dari proses pembangunan daerah, bukan sekadar agenda pendamping setelah pembangunan berjalan.

Pandangan tersebut disampaikan Koordinator Riset Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) sekaligus akademisi Universitas Papua (UNIPA), Hendrik Arwam, dalam forum diskusi terpumpun di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Kabupaten Merauke, Kamis (17/9/2026).

Forum tersebut membahas penguatan kelembagaan adat, dokumentasi sejarah, pemetaan wilayah, partisipasi masyarakat, hingga perlindungan pengetahuan lokal.

Hendrik menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus diawali dengan pemahaman mendalam terhadap masyarakat yang mendiami wilayah tersebut.

Wilayah adat bukan sekadar bidang tanah atau garis pada peta, melainkan menyimpan sejarah permukiman, hubungan antarmarga, pengetahuan lokal, dan pola pemanfaatan ruang yang diwariskan antargenerasi.

Data sosial dan budaya memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan data teknis pembangunan.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut