get app
inews
Aa Text
Read Next : Wakapolda Papua Barat Daya: Lapas Bukan Tempat Terakhir, Warga Binaan Harus Bangkit

Stok Pangan Bulog Sorong Aman, Yan Mandenas Minta Distribusi Bantuan Diperketat

Senin, 08 Juni 2026 | 20:18 WIB
header img
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas didampingi Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim saat memberikan bantuan pangan kepada dua jurnalis di Kota Sorong.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, menegaskan ketersediaan stok pangan di Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Sorong tidak boleh hanya menjadi laporan administratif, tetapi harus diikuti pengawasan distribusi yang ketat agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat miskin di Papua Barat Daya.

Penegasan itu disampaikan Yan Mandenas saat melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Senin (8/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Yan didampingi jajaran Bulog Sorong meninjau langsung area penyimpanan beras dan minyak goreng.

Yan mengatakan pengecekan stok pangan menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman, harga pasar terkendali, dan inflasi daerah tidak bergerak liar. Menurutnya, pemerintah harus mengantisipasi tekanan pangan sejak awal, terutama di wilayah yang memiliki tantangan distribusi seperti Papua Barat Daya.

“Kami ingin memastikan stok beras dan minyak goreng tersedia dengan baik. Ini penting untuk menjaga inflasi daerah dan mengendalikan harga di pasar,” ujar Yan.

Selain memeriksa ketersediaan beras dan minyak goreng, Yan menyoroti penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat. Ia menegaskan bantuan tersebut harus diterima langsung oleh warga yang berhak, terutama masyarakat kurang mampu di wilayah kampung-kampung.

Yan meminta aparat distrik, aparat kampung, TNI, dan Polri ikut mengawal distribusi bantuan pangan agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Polda Papua Barat Daya untuk memperkuat pengawasan bersama Bulog.

“Pengawasan harus diperketat agar bantuan yang telah disiapkan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Menurut Yan, akurasi data warga miskin menjadi faktor utama dalam penyaluran bantuan pangan. Ia mendorong pemerintah daerah di seluruh Papua, khususnya Papua Barat Daya, memperbarui data penerima manfaat secara berkala agar program pemerintah tidak salah sasaran.

Ia menilai pembaruan data menjadi kebutuhan mendesak karena bantuan pangan tidak cukup hanya tersedia di gudang. Bantuan tersebut harus tersalurkan secara tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim, memastikan stok beras di Gudang Bulog Sorong saat ini mencapai 3.164 ton. Jumlah tersebut, kata dia, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Sorong selama empat bulan ke depan.

“Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Kantor Cabang Sorong selama empat bulan ke depan. Dalam waktu dekat juga akan ada tambahan pasokan yang masuk,” jelas Riyadi.

Riyadi mengatakan Bulog Sorong juga terus menyalurkan minyak goreng bersubsidi Minyakita ke pasar-pasar dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Penyaluran itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Untuk minyak goreng, kami tetap memasok ke pasar dengan harga Rp15.700 per liter. Sedangkan beras SPHP kami jual sesuai ketentuan dan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok aman,” ujarnya.

Riyadi menambahkan Bulog Sorong siap mendukung penanganan kondisi darurat, baik bencana alam maupun nonalam, melalui cadangan pangan pemerintah yang tersedia.

Usai meninjau gudang penyimpanan, Yan Mandenas memastikan stok beras dan minyak goreng di Bulog Sorong berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. Namun, ia menegaskan keamanan stok harus dibarengi pengawasan distribusi yang tegas agar stabilitas harga, pengendalian inflasi, dan ketahanan pangan di Papua Barat Daya tetap terjaga.

Dengan stok pangan yang tersedia dan pengawasan lintas lembaga yang diperkuat, Yan berharap Bulog, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan aparat kampung dapat memastikan bantuan pangan tidak berhenti di gudang, tetapi benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut