get app
inews
Aa Text
Read Next : Wakapolda Papua Barat Daya: Lapas Bukan Tempat Terakhir, Warga Binaan Harus Bangkit

Yan Mandenas: Lapas Harus Cetak Warga Binaan Produktif, Bukan Sekadar Menghukum

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:46 WIB
header img
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas didampingi Wakapolda PBD, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa saat meninjau fasilitas Lapas Kelas II B Sorong.

 

SORONG, iNewsSorongRaya.idAnggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, menegaskan lembaga pemasyarakatan tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat menjalani hukuman. Lapas harus menjadi ruang pembinaan yang menyiapkan warga binaan kembali hidup produktif di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Yan saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (8/6/2026). Ia meninjau sejumlah fasilitas, berdialog dengan petugas, serta melihat kegiatan pembinaan dan usaha UMKM warga binaan perempuan.

Menurut Yan, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak cukup diukur dari keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Negara juga harus memastikan warga binaan mendapat keterampilan, pendidikan, pelatihan kerja, dan pembinaan mental selama menjalani masa pidana.

“Pembinaan harus menjadi fokus utama. Warga binaan perlu diberikan keterampilan, pelatihan kerja, dan pendidikan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Yan.

Yan mengatakan warga binaan harus keluar dari lapas dengan kesiapan baru. Ia menilai pembinaan yang baik dapat mengurangi risiko mantan warga binaan kembali melakukan pelanggaran hukum.

“Kita ingin warga binaan yang keluar dari lapas memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Ini penting agar mereka dapat berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Namun, Yan mengakui kualitas pembinaan sulit berjalan optimal apabila kondisi fasilitas tidak memadai. Ia menyoroti kepadatan penghuni Lapas Sorong yang dinilai sudah melampaui kapasitas ideal.

“Jadi saya monitor seluruh Papua dan saya lihat Sorong ini memang salah satu yang harus kita tangani cepat karena tahanan cukup banyak. Satu ruangan yang harusnya 10 orang, tapi di sini bisa sampai 20 orang. Sudah overcapacitas,” katanya.

Yan juga menerima masukan mengenai fasilitas dasar, termasuk ruang tahanan dan kondisi bangunan yang terdampak banjir. Ia menilai pembenahan sarana perlu dilakukan agar proses pembinaan berlangsung lebih manusiawi dan tertib.

“Dari sarana dan prasarana, fasilitas ruang tahanan, ini harus kita perhatikan. Kemudian masukan dari para warga binaan juga kalau banjir kan air suka naik sampai tinggi, nah mungkin bangunan ini harus di-upgrade supaya bisa memberikan kenyamanan untuk saudara-saudara kita yang menjalani masa tahanan di sini,” ujarnya.

Meski demikian, Yan menilai petugas Lapas Sorong tetap mampu menjalankan program pembinaan di tengah keterbatasan. Ia mengatakan persoalan utama saat ini berada pada minimnya sarana pendukung.

“Kalau petugas Lapas sampai saat ini tidak ada kendala, karena rata-rata para Kalapas saya lihat mereka mampu untuk melakukan program binaan untuk warga yang ada di dalam Lapas,” kata Yan.

Yan menyatakan akan membawa aspirasi Lapas Sorong ke rapat kerja bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk memperbaiki fasilitas serta memperkuat program pembinaan.

“Jadi itu yang mungkin menjadi catatan, dan saya sudah sampaikan juga kepada Pak Dirjen, Pak Menteri, untuk berikan perhatian dan prioritas juga untuk kita yang ada di Papua. Jadi mungkin ini yang nanti terus kita perjuangkan,” ujarnya.

Yan menegaskan warga binaan tetap bagian dari masyarakat yang wajib diperhatikan. Ia berharap pembinaan yang lebih baik dapat menekan angka kriminalitas setelah warga binaan kembali ke lingkungan sosialnya.

“Supaya ketika nanti mereka keluar, mereka ini akan memberikan pesan positif untuk masyarakat luas yang ada di luar Lapas. Itu harapan dari kita supaya kita mampu tekan angka kriminal dan juga pelanggaran-pelanggaran hukum yang berakibat pada ujung-ujungnya mereka harus masuk ke Lapas,” katanya.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut