get app
inews
Aa Text
Read Next : Misteri Antrean BBM Sorong: DPRD Endus Indikasi Permainan

76 Penumpang TransNusa Tertahan Tiga Hari di Kota Sorong

Senin, 10 Agustus 2026 | 11:20 WIB
header img
Penumpang, Max Helaha.

 

 

SORONG, iNewssorongraya.id – Sebanyak 76 penumpang penerbangan TransNusa rute Sorong-Timika masih tertahan di Kota Sorong hingga Senin (10/8/2026), setelah penerbangan mereka berulang kali dibatalkan sejak Sabtu akibat kendala teknis pesawat.

Situasi tersebut memicu protes keras di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong. Sejumlah penumpang yang merupakan karyawan PT Freeport Indonesia dan pekerja sektor swasta mempertanyakan kepastian keberangkatan setelah jadwal penerbangan berubah beberapa kali.

Dari total awal 84 penumpang, sebanyak 76 orang masih menunggu diberangkatkan. Sebagian penumpang lainnya telah memilih refund untuk mencari penerbangan alternatif menuju Timika.

Penumpang bernama Max Helaha mengatakan persoalan bermula ketika rombongan tiba di Sorong dari Manado pada Sabtu. Mereka seharusnya melanjutkan penerbangan menuju Timika, tetapi pesawat tidak dapat diberangkatkan karena mengalami gangguan.

“Kami tumpangi kurang lebih 76 penumpang dari hari Sabtu tiba di Sorong dari Manado. Kemudian setelah tiba di sini mau berangkat pesawat mengalami kendala, kemungkinan rusak sehingga tidak bisa berangkat hari Sabtu itu. Kemudian kami dihinapkan, rencana hari Minggu itu berangkat, tapi ternyata dibatalkan karena pesawat rusak.”

Penumpang kemudian dijanjikan berangkat pada Minggu. Rencana tersebut kembali dibatalkan dan keberangkatan dipindahkan ke Senin.

Namun, ketika penumpang telah bersiap kembali menuju bandara, mereka kembali menerima informasi pembatalan.

“Dari hari Sabtu disampaikan nanti hari Minggu, ternyata janji itu cuma janji saja. Kemudian, tidak jadi hari Minggu, jadi hari Senin, Hari Senin, penumpang sudah siap untuk berangkat ke bandara, tiba-tiba ada informasi pesawat lagi dibatalkan, Jadi, sangat-sangat kami sangat-sangat dirugikan.”

Bagi sejumlah penumpang, persoalan tersebut bukan sekadar keterlambatan perjalanan. Mereka mengaku menghadapi konsekuensi pekerjaan karena gagal tiba di Timika sesuai jadwal.

“Penumpang ini bermacam-macam pekerjaan, ada yang kerja di Freeport, ada yang swasta, yang lainnya sehingga merasa sangat dirugikan.”

Max mengatakan terdapat pekerja yang pendapatannya diperhitungkan berdasarkan waktu kerja sehingga keterlambatan berpotensi berdampak terhadap penghasilan.

“kepada Presiden Prabowo dan Kepada Menteri Perhubungan supaya pihak Trans Nusa ini, supaya ini penerbangan mungkin yang terakhir supaya ditutup saja. Karena sangat dirugikan pihak yang naik pesawat ini, ada yang sudah tidak masuk kerja, pekerjanya itu hitungnya per jam, sehingga kami sangat dirugikan. Satu jam saja pesawat kita terlambat langsung dipotong 25 persen ya.”

Ia juga mempersoalkan kompensasi yang diterima penumpang selama menunggu kepastian penerbangan.

“Itu ditinggalkan, tapi kami ini sudah masuk hari yang ketiga, tiga kali dua puluh empat jam kami sangat dirugikan. Tidak ada konpensasi sama sekali, cuma makan saja tidak mampu untuk diberikan, apalagi malam hari.”

Keluhan tersebut membuat penumpang meminta pemerintah mengevaluasi pelayanan maskapai. Max bahkan mendesak agar izin operasional TransNusa ditinjau kembali.

“Pihak Maskapai Trans Nusa ini, pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga mungkin dari pihak pusat yang mendengar ini, menonton ini bisa mengoreksi dirinya, bila perlu kami berharap Trans Nusa ini di evaluasi karena sangat mengecewakan dan sangat menakutkan kami penumpang, karena pesawatnya rusak, sehingga kami berharap Trans Nusa ini ditutup saja.”

Di sisi lain, pegawai Ground Handling TransNusa Sorong, Faizal, menjelaskan pembatalan terjadi karena pesawat masih menjalani perbaikan sejak Sabtu.

“Itu karena ada kendala teknis di pesawatnya, pesawat dalam perbaikan di bandara Sorong sejak Sabtu kemarin. Progres nya, alat sudah datang dan ada tambahan alat serta ditambah engineering dari luar negeri 2 orang, Minggu dan Senin sudah di Sorong.”

Menurut Faizal, pihaknya juga telah berusaha mencari penerbangan pengganti melalui maskapai lain. Namun upaya tersebut terkendala konektivitas jadwal.

“Kami sudah berusaha untuk memberangkatkan para penumpang ini, tapi tidak bisa konek karena itu dari Lion konek ke Sriwijaya mungkin dari salah satunya ada perubahan jadwal atau tidak konek salah satu maskapainya.”

Ia memastikan TransNusa tidak melepaskan tanggung jawab terhadap penumpang terdampak.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Dan kami berupaya untuk masalah ini segera tuntas, Kami tetap bertanggung jawab.”

Penundaan selama tiga hari tersebut kini menyisakan dua persoalan utama: kepastian keberangkatan 76 penumpang dan penyelesaian dampak yang mereka klaim timbul akibat keterlambatan. Pernyataan maskapai untuk bertanggung jawab akan diuji melalui penyelesaian konkret terhadap para penumpang yang masih tertahan di Sorong.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut