get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Bongkar Penampungan 13 Tengkorak Buaya dan 91 Tulang Paus, Residivis Kambuhan Dicokok

Trauma Healing di Tambrauw Usai Teror KKB: Polisi Hadir Pulihkan Luka dan Harapan Warga

Minggu, 12 April 2026 | 21:17 WIB
header img
Satgas Ops Dofior Jaya, Polda Papua Barat Daya gelar Trauma healing di Tambrauw pulihkan kondisi warga pasca aksi KKB, hadirkan bantuan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial humanis.

TAMBRAUW, iNewsSorongraya.id — Di balik sunyi hutan tempat warga sempat mengungsi akibat aksi kelompok kriminal bersenjata, perlahan tumbuh kembali harapan. Sentuhan kemanusiaan melalui program trauma healing menjadi pintu awal pemulihan psikologis masyarakat Tambrauw yang sempat diliputi ketakutan.

Ketegangan yang sempat menyelimuti sejumlah kampung di Kabupaten Tambrauw kini mulai mencair. Warga yang sebelumnya memilih mengungsi ke hutan pasca aksi kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB), perlahan kembali menata kehidupan mereka—meski bayang-bayang trauma belum sepenuhnya hilang.


Satgas Ops Dofior Jaya, Polda Papua Barat Daya gelar Trauma healing di Tambrauw pulihkan kondisi warga pasca aksi KKB, hadirkan bantuan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial humanis.

Dalam situasi tersebut, Polda Papua Barat Daya melalui Satgas Operasi Dofior Jaya hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai penguat mental dan sosial masyarakat. Kegiatan trauma healing digelar di Kampung Bano, Kampung Bamusbama, dan Kampung Bamuswaiman, menjadi ruang pemulihan yang menyentuh sisi paling mendasar: rasa aman.

Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan emosional.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kehadiran negara, tetapi juga wujud nyata empati dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan pemulihan secara psikologis maupun sosial,” ungkap Kompol Jenny dalam rilis pers, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu hingga Senin itu dirancang dengan pendekatan humanis. Tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga.

Distribusi bantuan sembako dilakukan untuk meringankan beban hidup masyarakat pasca konflik. Di saat yang sama, layanan kesehatan dan pengobatan gratis disediakan guna memastikan kondisi fisik warga tetap terjaga di tengah situasi pemulihan.

Namun, yang paling terasa adalah upaya membangun kembali kehangatan sosial. Dalam suasana sederhana, aparat kepolisian turut berbaur dengan warga melalui aktivitas merajut bersama mama-mama kampung—sebuah kegiatan yang bukan sekadar produktif, tetapi juga menjadi medium mempererat hubungan emosional.


Sementara itu, di sudut lain kampung, anak-anak tampak kembali tersenyum. Kegiatan mewarnai dan pembagian mainan menghadirkan kembali keceriaan yang sempat terenggut oleh rasa takut.

“Suasana hangat dan penuh kebersamaan juga tercipta melalui kegiatan merajut bersama para mama-mama kampung, yang tidak hanya menjadi sarana produktif tetapi juga mempererat hubungan emosional. Sementara itu, anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan mewarnai dan menerima mainan, yang diharapkan mampu mengembalikan keceriaan serta rasa aman dalam diri mereka,” bebernya.

Pendekatan ini menjadi strategi penting dalam memulihkan kondisi sosial masyarakat pasca konflik. Tidak hanya mengobati trauma individu, tetapi juga memperkuat kohesi sosial yang sempat terguncang.


 

 


 

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut