Kunjungan Perdana Gibran ke Papua Barat Daya: Disambut Tarian Adat, Belanja Bareng Mama – Mama Papua
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Kunjungan perdana Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Provinsi Papua Barat Daya tidak sekadar agenda kenegaraan. Di Hari Kartini, langkahnya di Kota Sorong justru menyentuh ruang paling sederhana namun bermakna: menemani mama-mama Papua berbelanja kebutuhan hidup.

Gibran tiba di Bandara Internasional Domine Edward Osok (DEO), Sorong, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIT menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Kehadirannya langsung disambut nuansa kultural yang kuat. Enam penari Orang Asli Papua dengan Koba-Koba—payung tradisional suku Maybrat—menyambut dengan tarian adat sebagai simbol penghormatan kepada tamu negara.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat turut menyambut. Pemerintah daerah juga menyerahkan cenderamata berupa mahkota Papua, tas noken, serta perlengkapan khas daerah yang merepresentasikan identitas budaya Papua.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia, sekaligus menegaskan kehadiran negara hingga ke daerah terluar.
Namun, titik paling humanis dari agenda tersebut terjadi saat Gibran mengajak mama-mama Papua berbelanja di SAGA Supermarket & Department Store, Sorong. Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini itu diikuti sekitar 100 ibu, mayoritas janda dan lansia.

Masing-masing menerima voucher belanja senilai Rp500.000 untuk memenuhi kebutuhan pokok, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan anak. Suasana hangat langsung terasa. Interaksi terjadi tanpa sekat, antara pemimpin negara dan masyarakat yang selama ini berjuang dalam keterbatasan ekonomi.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Anie Nauw, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar simbolik.
“Momentum ini luar biasa bagi kami. Di Hari Kartini, mama-mama Papua bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden dan merasakan perhatian nyata melalui kegiatan sederhana seperti belanja bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan peran perempuan Papua menjadi agenda penting pembangunan daerah.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi ketimpangan. Perempuan Papua harus terus didorong untuk berdaya, berkarya, dan berdampak,” katanya.
Bagi sebagian penerima manfaat, bantuan tersebut bukan sekadar angka. Joice Merauga (46), seorang janda yang menghidupi keluarga dari usaha kecil, merasakan dampaknya secara langsung.
“Ini sangat membantu kami. Saya bisa beli kebutuhan anak-anak, seperti pampers (popok bayi), gula, telur, dan lainnya. Terima kasih untuk Bapak Gibran,” ungkapnya.
“Semoga Bapak selalu diberkati bersama keluarga,” tambahnya.

Agenda kunjungan Wakil Presiden dijadwalkan berlanjut pada Rabu (22/4/2026) dengan peninjauan ke Pasar Jembatan Puri, kemudian bertolak ke Raja Ampat. Setelah itu, Gibran kembali ke Kota Sorong untuk meninjau Rumah Sakit John Piet Wanane serta lokasi pembangunan Kantor Gubernur Papua Barat Daya sebelum kembali ke Jakarta.

Kehadiran Gibran di Papua Barat Daya memotret dua wajah pembangunan sekaligus: simbol negara melalui seremoni adat, dan realitas masyarakat melalui kebutuhan sehari-hari. Di antara keduanya, Hari Kartini menjadi pengikat—bahwa perempuan, termasuk mama Papua, tetap menjadi pusat ketahanan keluarga dan masa depan daerah.
Editor : Hanny Wijaya