Jelang Paskah 2026 di Kota Sorong: Pawai Obor Satukan Ribuan Umat, Simbol Toleransi Papua Barat Daya
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyiapkan perayaan Paskah 2026 secara spekatkuler di Kota Sorong dengan mengusung pawai obor menyambut fajar Paskah sebagai simbol kebangkitan iman sekaligus penguatan persatuan lintas umat.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (5/4/2026) dini hari itu diproyeksikan menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di kawasan timur Indonesia, sekaligus etalase nyata toleransi di Papua Barat Daya.
Pawai akan dimulai sekitar pukul 03.00 WIT dari sejumlah titik strategis, di antaranya Sorpus Pertamina dan Rufei, sebelum ribuan umat Kristiani bergerak menuju kawasan reklamasi untuk mengikuti ibadah fajar secara terpusat.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, yang juga menjabat Ketua Panitia, menegaskan pentingnya momentum Paskah sebagai kekuatan spiritual dan sosial bagi masyarakat.
“Kita berdoa dan berjalan bersama Tuhan, merayakan kebangkitan Kristus yang membawa perubahan dalam hidup kita,” tegas Elisa.
Panitia mencatat partisipasi lintas denominasi dalam skala besar. Sekretaris Panitia, Pdt. Reinhard Ohoitimur, menyebut sebanyak 62 sinode gereja dilibatkan, dengan dukungan sedikitnya 137 pendeta serta puluhan ribu jemaat.
“Kami telah mengundang 62 sinode. Untuk Kota Sorong saja ada 54 denominasi, termasuk Katolik, GKI, dan gereja besar lainnya. Antusiasme umat sangat luar biasa, bahkan melampaui ekspektasi panitia,” ujar Reinhard kepada wartawan.
Menurut dia, perayaan ini tidak sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas antarumat yang selama ini dinantikan.
Keterlibatan lintas agama juga menjadi sorotan dalam persiapan tahun ini. Sejumlah pemuda Muslim dan elemen masyarakat lainnya menyatakan kesiapan untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Tadi ada teman-teman NU dan pemuda Islam yang datang dan bertanya apakah bisa terlibat. Kami buka ruang untuk semua yang punya hati yang sama,” kata Reinhard.
Fenomena ini menegaskan bahwa perayaan Paskah di Sorong telah berkembang menjadi simbol persatuan sosial yang melampaui sekat keagamaan.
Pawai obor yang menjadi inti kegiatan menghadirkan makna spiritual mendalam. Umat berjalan membawa obor sambil menyanyikan pujian sebagai simbol terang kebangkitan Yesus Kristus.
“Pawai obor di Kota Sorong merupakan tradisi sakral untuk menyambut fajar Paskah. Ini tanda kemenangan Kristus dan harapan baru bagi umat,” jelas Reinhard.
Panitia menyiapkan dua jalur utama untuk mengakomodasi peserta dari berbagai wilayah, mulai dari Malanu hingga Saoka, yang kemudian bertemu di kawasan reklamasi sebagai titik akhir.
Untuk memastikan kelancaran acara, panitia menggandeng TNI-Polri, Dinas Perhubungan, dan Basarnas dalam pengamanan serta dukungan teknis di lapangan.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti panggung musik, videotron, hingga sistem logistik guna melayani kebutuhan peserta dalam jumlah besar. Partisipasi warga turut terlihat melalui kontribusi sukarela, termasuk penyediaan kendaraan operasional.
Salah satu daya tarik yang disiapkan panitia adalah door prize berupa perjalanan rohani ke Israel bagi tiga peserta terpilih.
“Ini bentuk berkat. Seperti sebelumnya ada umroh untuk saudara Muslim, kali ini ada kesempatan ke Israel. Ini bentuk perhatian pemerintah dan anak-anak Tuhan,” ungkap Reinhard.
Program tersebut dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan partisipasi sekaligus memperkuat pesan kebersamaan lintas iman di tengah masyarakat.
Mengusung tema dari 2 Korintus 5:17, “Kebangkitan Kristus Membaharui Kemanusiaan Kita”, perayaan ini diarahkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi deklarasi iman untuk pemulihan kota.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyatakan bahwa Tuhan hidup dan memulihkan kota ini. Kita ingin ada kegerakan bersama, satu hati, satu pikiran untuk memberkati Sorong,” tegas Reinhard.
Sebagai perbandingan, pawai obor terakhir yang digelar secara besar pada 2023 diikuti sekitar 20 ribu peserta. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat signifikan seiring dukungan pemerintah dan keterlibatan lintas komunitas.
Dengan skala dan partisipasi yang terus bertambah, perayaan Paskah 2026 di Kota Sorong diposisikan sebagai momentum strategis yang tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menegaskan wajah toleransi dan persatuan Indonesia di Papua Barat Daya.
Editor : Chanry Suripatty