Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lima Jurnalis Hilang di Krakatau, IJTI Desak Evaluasi Total Keselamatan Peliputan
Advertisement . Scroll to see content

1.000 Lilin Menyala di Papua Barat Daya: Doa untuk 5 Wartawan Hilang dan Yanto Idorwai

Sabtu, 26 September 2026 | 05:20 WIB
  • author STEVANI GLORIA
1.000 Lilin Menyala di Papua Barat Daya: Doa untuk 5 Wartawan Hilang dan Yanto Idorwai
Ketua PWI PBD, Wahyudi didampingi Koorwil IJTI Papua-Maluku, Chanry Suripatty didampingi puluhan wartawan aat membakar 1000 lilin dalam aksi solidaritas dan doa bersama untuk 5 Jurnalis dan Presenter TVRI Papua Barat Daya.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Seribu lilin menyala di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (25/9/2026) malam. Puluhan jurnalis berkumpul bukan sekadar untuk berdoa, tetapi juga menyuarakan solidaritas dan harapan atas dua perkara yang menyentuh langsung dunia pers: lima wartawan yang belum ditemukan setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda serta kematian presenter TVRI Papua Barat Daya, Yanto Idorwai, di Pegunungan Arfak.

Aksi yang digelar di Taman Sorong City itu mempertemukan jurnalis dari berbagai media dan organisasi pers. Mereka menyalakan 1.000 lilin setelah doa bersama yang dipimpin Ustaz Agung Sibela.


Ketua PWI PBD, Wahyudi didampingi Koorwil IJTI Papua-Maluku, Chanry Suripatty didampingi Ketua SMSI PBD, Nasir Sukunwatan dan Ustad Agung Sibela saat aksi pembakaran lilin dan doa bersama.

 

Cahaya lilin menjadi simbol harapan bagi lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah kapal yang mereka tumpangi hilang kontak ketika menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kelima jurnalis tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita ANTARA; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis lepas.

 

 

Mereka berada dalam satu kapal bersama tiga awak, yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu. Kapal tersebut berangkat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026 sebelum kehilangan kontak di perairan Selat Sunda.

Ketua PWI Papua Barat Daya, Wahyudi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas jurnalis Papua Barat Daya terhadap rekan seprofesi yang mengalami musibah ketika menjalankan tugas.

“Kami berkumpul di sini sebagai profesi jurnalis yang punya kepedulian dan solidaritas dari teman-teman wartawan di Provinsi Papua Barat Daya. Ada teman-teman dari berbagai media dan pimpinan organisasi pers dan perusahaan pers, di antaranya kami dari PWI, ada dari IJTI, SMSI, dan juga AJI,” ujar Wahyudi.


Puluhan Jurnalis di Papua Barat Daya gelar aksi seribu lilin dan doa bersama bagi 5 Jurnalis dan bagi pengungkapan kasus kematian presenter TVRI Yanto Idorwai.

 

Menurut dia, doa menjadi ikhtiar agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dan keluarga memperoleh kepastian.

“Doa ini adalah salah satu bentuk ikhtiar juga dalam mendoakan mereka yang mengalami musibah. Semoga kiranya mereka yang sampai dengan saat ini masih mengalami kebuntuan segera ditemukan. Insyaallah keluarga diberi kekuatan dan lima rekan kami ini nanti bisa kembali dengan selamat,” ungkapnya.

Wahyudi mengatakan kepastian mengenai keberadaan para jurnalis tetap penting bagi keluarga apabila pencarian tidak berakhir seperti yang diharapkan.

“Namun, jika tidak, kiranya tubuh mereka bisa ditemukan sehingga bisa kembali ke keluarganya. Hal ini untuk mengobati kerinduan karena kehilangan teman-teman jurnalis yang sedang melaksanakan tugas namun mengalami musibah tersebut,” tegasnya.


Puluhan Jurnalis di Papua Barat Daya gelar aksi seribu lilin dan doa bersama bagi 5 Jurnalis dan bagi pengungkapan kasus kematian presenter TVRI Yanto Idorwai.

 

Operasi pencarian terhadap rombongan tersebut sebelumnya dilakukan tim SAR gabungan. Salah satu awak kapal, Surakman, kemudian ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dan identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA. Sementara lima jurnalis hingga kini belum ditemukan.

Solidaritas dari Sorong juga memanjatkan doa bagi keluarga Yanto Idorwai. Presenter TVRI Papua Barat Daya itu dilaporkan hilang di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada 18 Juli 2026.

Sembilan hari kemudian, jasad Yanto ditemukan di sekitar kawasan Air Terjun Danau Anggi Gida setelah pencarian melibatkan tim SAR gabungan, relawan, dan masyarakat.


Koordinator Wilayah IJTI Papua-Maluku, Chanry Suripatty, didampingi dua ketua organisasi pers saat memberikan keterangan pers kepada wartawan usai doa bersama


Koordinator Wilayah IJTI Papua-Maluku, Chanry Suripatty, mengatakan doa bersama tersebut menjadi momentum untuk mengenang Yanto sekaligus mendoakan keluarga yang ditinggalkan.

“Kita hadir di sini, solidaritas rekan-rekan seprofesi. Selain teman-teman kita yang sementara mengalami musibah dan hingga saat ini belum ditemukan, pada kesempatan ini kita juga mendoakan teman kita, almarhum saudara Yanto Idorwai, presenter TVRI Papua Barat Daya yang telah mendahului kita akibat musibah yang dialami beberapa waktu lalu di Pegunungan Arfak,” kata Chanry.


Puluhan Jurnalis di PBD gelar aksi seribu lilin dan doa bersama bagi 5 Jurnalis dan bagi pengungkapan kasus kematian presenter TVRI Yanto Idorwai. di Kota Sorong.

 

Ia berharap proses hukum terkait kematian Yanto dapat memberikan kepastian bagi keluarga.

“Kita tentunya mendoakan almarhum agar tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita juga mendoakan pihak keluarga dari rekan kita Yanto Idorwai agar selalu diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Chanry juga meminta kepolisian mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh.

“Dan juga kita pada malam hari ini mendoakan agar pihak kepolisian Polda Papua Barat dapat segera mengungkap peristiwa meninggalnya rekan kita Yanto Idorwai secara terang benderang agar dapat memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga,” tegasnya.


Puluhan Jurnalis di PBD gelar aksi seribu lilin dan doa bersama bagi 5 Jurnalis dan bagi pengungkapan kasus kematian presenter TVRI Yanto Idorwai. di Kota Sorong.

 

Dalam perkembangan perkara tersebut, kepolisian disebut telah menetapkan dua orang sebagai tersangka setelah proses penyelidikan dilanjutkan ke tahap penyidikan. Proses hukum selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan Yanto meninggal dunia.

Bagi jurnalis Papua Barat Daya, dua peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik memiliki risiko yang dapat berujung pada kehilangan nyawa. Solidaritas pun tidak hanya ditujukan kepada mereka yang sedang menghadapi musibah, tetapi juga kepada keluarga yang masih menunggu kepastian.

“Terlebih daripada seluruh rangkaian ini, kita juga mendoakan kita semua dalam tugas-tugas kita sebagai seorang jurnalis yang mempunyai tantangan, yang penuh dengan risiko, dalam menghadapi dinamika yang terus berkembang,” ujar Chanry.


Puluhan Jurnalis di PBD gelar aksi seribu lilin dan doa bersama bagi 5 Jurnalis dan bagi pengungkapan kasus kematian presenter TVRI Yanto Idorwai. di Kota Sorong.

 

Ia berharap kekompakan insan pers di Papua Barat Daya tetap terjaga.

“Semoga kita selalu diberikan kekuatan, kesehatan, dan tentunya yang utama adalah semoga kekompakan dan kesolidan kita di provinsi baru ini tetap terjaga dan terpelihara dengan baik,” imbuhnya.

Malam itu, 1.000 lilin bukan hanya menerangi Taman Sorong City. Bagi para jurnalis yang hadir, nyala tersebut menjadi simbol harapan agar lima wartawan yang masih hilang dapat segera ditemukan dan proses hukum atas kematian Yanto Idorwai memberikan kepastian bagi keluarganya.

 

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut