get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengamanan Kunjungan Wapres ke Papua Barat Daya Diperketat: 1.900 Personel Gabungan Disiagakan

Hari Kartini 2026: Suara Kritis Anggota MRPPBD Selly Kareth, Emansipasi Perempuan Belum Tuntas

Selasa, 21 April 2026 | 12:17 WIB
header img
Anggota Majelis Rakyat Papua, Provinsi Papua Barat Daya, Selly Kareth [FOTO : Dok Pribadi]

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Peringatan Hari Kartini ke-147 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi kritis atas realitas perempuan masa kini. Di Papua Barat Daya, suara itu datang dari anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), Selly Kareth, yang menyoroti paradoks emansipasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

Sebagai anggota perempuan termuda MRPBD utusan Kabupaten Maybrat, Selly menempatkan isu perempuan bukan sekadar wacana, melainkan pengalaman nyata yang masih menyisakan ketimpangan. Ia menilai, kemajuan teknologi yang seharusnya membuka ruang kebebasan justru menghadirkan tekanan baru bagi perempuan yang berani bersuara.

Menurut Selly, media sosial idealnya menjadi medium edukasi sekaligus ruang aman bagi perempuan untuk menyuarakan ketidakadilan, termasuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan fisik, verbal, hingga pembunuhan.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan arah berbeda. Perempuan yang vokal kerap menghadapi risiko sosial yang tidak ringan.

“Sering kali wanita dianggap sebagai ancaman karena keberaniannya berpendapat. Tidak sedikit wanita yang mengalami intimidasi, teror, hingga upaya sistematis untuk membungkam suara mereka,” ujar Selly.

Fenomena tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu alasan utama korban kekerasan memilih diam. Ketakutan terhadap intimidasi membuat ruang digital yang seharusnya membebaskan, justru berubah menjadi tekanan psikologis baru.

Dalam konteks ini, Selly mempertanyakan makna emansipasi di era modern. Ia menilai, kebebasan yang digaungkan belum sepenuhnya dirasakan secara nyata oleh perempuan, khususnya mereka yang berada dalam situasi rentan.

Memaknai Hari Kartini, Selly menegaskan bahwa emansipasi tidak boleh berhenti pada simbol atau jargon. Ia mendorong adanya langkah konkret yang mampu memperkuat posisi perempuan di berbagai sektor kehidupan.

Ia menggarisbawahi pentingnya solidaritas antarsesama perempuan sebagai fondasi utama.

Perempuan, menurutnya, harus menjadi sistem pendukung bagi satu sama lain, bukan justru saling menjatuhkan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keberanian melawan intimidasi agar kebenaran tidak teredam oleh tekanan.

Selly juga mengingatkan bahwa perempuan memiliki hak dasar yang tidak bisa dikompromikan, mulai dari hak atas kehidupan yang layak, pendidikan, kesehatan, hingga kebebasan menentukan pilihan hidup, termasuk dalam pernikahan.

Di sisi lain, kesetaraan gender perlu diwujudkan melalui pemberian ruang yang adil bagi perempuan untuk berkompetisi secara profesional dengan laki-laki.

Menutup refleksinya, Selly menyampaikan pesan bahwa perempuan masa kini tidak lagi dibatasi oleh satu peran tunggal. Ia menilai perempuan mampu menjalankan berbagai peran sekaligus tanpa harus mengorbankan impian.

“Wanita tidak harus memilih antara menjadi istri atau ibu saja. Ia tetap bisa menjadi istri, ibu, sekaligus wanita karier yang hebat untuk mewujudkan impiannya,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Kartini, ia mengajak perempuan di Papua Barat Daya dan seluruh Indonesia untuk menjadi “Kartini masa kini” yang berani menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

“Mari jadikan diri kita Kartini-kartini di masa kini dan masa mendatang. Emansipasi harus benar-benar dimaknai sebagai bentuk perlindungan nyata bagi perempuan.”

Refleksi ini menegaskan bahwa perjuangan Kartini belum selesai. Di tengah kemajuan zaman, tantangan baru muncul, menuntut keberanian kolektif untuk memastikan emansipasi tidak sekadar wacana, melainkan hadir sebagai realitas yang melindungi dan memberdayakan perempuan.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut