DPRD Kota Sorong Minta Pertamina dan Polisi Garansi Distribusi BBM Lancar Tanpa Syarat Pajak STNK

CHANRY SURIPATTY
Pihak DPRD Kota Sorong saat menggelar pertemuan mendadak dengan pihak Feul Terminal Pertamina Sorong. Foto: Chanry

Anggota DPRD, Nuryadi, menyatakan bahwa tidak ada penambahan jumlah truk yang signifikan di Kota Sorong, namun antrean untuk jenis Pertamax pun mengular hingga ke jalan raya. “Tadi alasannya karena truk, tidak ada pertambahan truk di Kota Sorong, itu-itu saja yang antre tiap hari. Yang lebih parah lagi, motor antre untuk Pertamax itu sampai di jembatan, ada apa? Apakah ada regulasi yang berubah atau bagaimana?” cecar Nuryadi.

Nada tinggi juga dilontarkan oleh Joungky Soisa yang meminta Pertamina tidak menutupi fakta sebenarnya di lapangan. Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong, Ricky Taneri, melontarkan ultimatum keras kepada manajemen Pertamina. "Kalau sudah tahu masalahnya tolong disampaikan kepada kita. Jangan lempar 'bola'. Kalau permasalahan itu dari sistem karena terlambat dan lain-lain, itu dari sistem. Kalau SPBU yang salah pertanyaan kami adalah apa sanksinya," tegas Ricky.

Di tengah cecaran tersebut, Sales Area Manager Papua Barat dan Papua Barat Daya PT Pertamina Patra Niaga, Arif R Hakim, tetap bersikukuh bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Namun, klaim ini tidak serta merta meredakan keresahan masyarakat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar. Pertamina kini dituntut untuk segera mengurai benang kusut distribusi BBM di Sorong sebelum krisis ini semakin meluas.

 


Editor : Hanny Wijaya

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network