Namun, jawaban itu belum memuaskan para peserta aksi. Amos menegaskan tuntutan utama mereka bukan hanya perbaikan pembayaran gaji, melainkan pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu.
“Tuntutan kami bukan bersabar. Sebelum bulan Juli kami harus sudah diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Kalau tidak, kami akan datang lagi melakukan aksi dan menggugat Formasi 546,” tegasnya.
Amos menyatakan para PPPK paruh waktu akan mengambil langkah lebih keras jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka sebelum akhir Juni 2026.
“Kami sudah belasan tahun mengabdi di sini. Jadi kami tidak bisa terus bersabar. Sebelum akhir Juni kami harus sudah diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Kalau tidak, kami akan menduduki Kantor Wali Kota Sorong dan memalang Kantor BKD sampai persoalan ini mendapat perhatian,” pungkas Amos.
Aksi 271 PPPK paruh waktu ini mempertegas desakan kepada Pemerintah Kota Sorong untuk menjelaskan status mereka dalam Formasi 2021, membuka kembali database Formasi 546, serta menyelesaikan tuntutan pengangkatan sebelum batas waktu akhir Juni 2026.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
