Polda Papua Barat Daya Gelar Silaturahmi Bersama Wartawan, Kapolda : Pers Mitra Strategis Polri

CHANRY SURIPATTY
Kapolda PBD, Brigjen Pol. Gatot Haribowo didampingi Wakapolda, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa bersama PJU Polda saat sesi foto bersama dengan Insan Pers. [FOTO : iNewssorongraya.id - CHAN]

 

AIMAS, iNewssorongraya.id  — Kepolisian Daerah Papua Barat Daya menegaskan posisi pers sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengawal pembangunan daerah baru. Penegasan itu disampaikan Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo saat menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama puluhan wartawan di Aula Mapolda Papua Barat Daya, Jalan Sandiwon, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Kamis (12/3/2026).

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Daya Semmy Ronny Thabaa serta para pejabat utama Polda Papua Barat Daya. Puluhan jurnalis dari media daring, televisi, hingga media cetak yang bertugas di wilayah Papua Barat Daya ikut menghadiri pertemuan tersebut.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda Ramadan, tetapi juga forum refleksi hubungan antara kepolisian dan media di provinsi termuda di Indonesia itu.

Dalam sambutannya, Gatot menilai peran wartawan sangat penting dalam menyampaikan berbagai kegiatan kepolisian maupun dinamika pembangunan kepada masyarakat.

Menurut dia, keberadaan media memungkinkan berbagai program pemerintah dan aktivitas institusi negara diketahui publik secara luas.

“Peran bapak-ibu semua sangat luar biasa. Berbagai kegiatan di Polda Papua Barat Daya dapat diketahui masyarakat berkat pemberitaan dari rekan-rekan media. Tanpa kontribusi insan pers, tentu apa yang kami lakukan tidak akan diketahui secara luas,” ujar Gatot.

Ia menyebut kontribusi jurnalis semakin terasa karena Papua Barat Daya masih tergolong provinsi baru yang sedang membangun sistem pemerintahan serta infrastruktur pelayanan publik.

Dalam konteks tersebut, media dinilai menjadi penghubung utama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Di hadapan para jurnalis, Gatot juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berdirinya Polda Papua Barat Daya masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelayanan maupun komunikasi dengan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa usia institusi kepolisian di provinsi tersebut masih relatif muda sehingga berbagai proses penyesuaian masih terus berlangsung.

“Polda Papua Barat Daya baru berjalan sekitar satu tahun, tentu masih banyak kekurangan. Jika ada hal yang belum sesuai harapan, silakan disampaikan. Jangan salahkan anggota, tapi salahkan saya sebagai pimpinan,” tegasnya.

Menurut dia, dinamika pembangunan di daerah baru tidak selalu berjalan cepat. Karena itu, berbagai kritik maupun masukan dinilai sebagai bagian dari proses perbaikan institusi.

Kapolda juga menekankan bahwa institusi kepolisian terbuka terhadap kritik dari media maupun masyarakat.

Ia menilai kritik yang konstruktif justru menjadi bahan evaluasi penting bagi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Polri tidak alergi terhadap kritik. Kami hadir sebagai pelayan masyarakat dan selalu terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, termasuk insan pers,” kata Gatot.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan media memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi di Papua Barat Daya.

Pemekaran provinsi, menurutnya, membuka peluang besar bagi pertumbuhan investasi, perdagangan, serta aktivitas bisnis.

Namun peluang tersebut hanya dapat berkembang apabila situasi keamanan tetap kondusif.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga menyinggung perubahan lanskap informasi di era digital.

Menurut dia, teknologi telepon genggam membuat siapa pun dapat menyebarkan informasi secara cepat melalui media sosial.

Meski demikian, ia menilai jurnalisme profesional tetap memiliki peran penting dalam menjaga akurasi dan kredibilitas berita.

“Sekarang dengan kemudahan teknologi, hampir semua orang bisa menjadi ‘wartawan’ bagi dirinya sendiri. Dengan handphone, informasi bisa langsung disebarkan. Tetapi kami berharap insan pers tetap menghadirkan pemberitaan yang objektif dan berimbang,” ungkapnya.

Ia menilai pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Gatot menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja.

Ia mengajak seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah, TNI, media, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi.

“Mari kita bersama-sama bersinergi membangun peradaban yang lebih baik. Ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama demi Papua Barat Daya yang lebih maju dan lebih baik,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan buka puasa bersama tersebut diawali dengan ceramah Ramadan oleh Agung Sibela yang mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan serta mempererat silaturahmi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa serta penyerahan bingkisan Lebaran secara simbolis kepada perwakilan wartawan dan personel Polda Papua Barat Daya.

Pertemuan itu menegaskan satu pesan penting: hubungan kepolisian dan media bukan sekadar relasi pemberitaan, melainkan kemitraan strategis dalam menjaga stabilitas dan mengawal pembangunan di Papua Barat Daya.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network