TIFA 8 Turun Gunung! Warning Keras PSSI Jelang Laga Hidup Mati Persipura vs Adhyaksa

ANDREW CHAN
Ketua TIFA 8 PERADI Jayapura, Billy Marcelino Maniagasi, menyampaikan tuntutan fair play, penggunaan wasit asing, dan pengawasan ketat jelang duel playoff Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).

 

 

JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Menjelang laga hidup-mati playoff promosi BRI Super League 2026/2027 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, tensi pertandingan mulai meningkat. DPC PERADI Jayapura resmi membentuk Tim Independen Fair Play atau TIFA 8 untuk mengawal jalannya pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).

Pembentukan TIFA 8 menjadi respons atas kekhawatiran publik Papua terhadap potensi kontroversi perangkat pertandingan yang dinilai pernah merugikan Persipura dalam sejumlah momentum penting, termasuk musim 2009 dan 2022.

Ketua TIFA 8, Billy Marcelino Maniagasi, menegaskan tim tersebut dibentuk bukan untuk menciptakan tekanan baru, melainkan memastikan prinsip fair play berjalan maksimal pada laga penentuan promosi itu.

“Kami dari Peradi Jayapura membentuk TIFA 8 karena tidak ingin Persipura kembali dirugikan oleh keputusan perangkat pertandingan. Tensinya tinggi, makanya kami tuntut fair play sejak awal,” tegas Billy Marcelino Maniagasi, S.H.

Dalam pernyataannya, TIFA 8 secara terbuka meminta PSSI dan PT LIB menunjuk wasit yang benar-benar independen, memiliki rekam jejak bersih, serta berlisensi FIFA untuk memimpin pertandingan Persipura kontra Adhyaksa FC.

Desakan itu bahkan diperluas dengan usulan penggunaan wasit asing demi menjaga objektivitas pertandingan yang dinilai memiliki tekanan tinggi dan kepentingan besar bagi kedua klub.

Menurut Billy, pertandingan playoff promosi bukan sekadar laga biasa, melainkan pertaruhan sejarah, reputasi klub, hingga harga diri masyarakat Papua.

“Kami mengapresiasi Stadion Lukas Enembe sebagai venue, tapi sportivitas harus dijaga mati-matian. Persipura siap main all-out, kami hanya minta wasit bermain adil,” tambah Billy.

Sorotan terhadap kualitas perangkat pertandingan menjadi angle penting karena publik sepak bola Papua masih menyimpan trauma terhadap sejumlah keputusan kontroversial yang dianggap mempengaruhi perjalanan Persipura dalam beberapa musim terakhir.

Selain meminta pengawasan terhadap perangkat pertandingan, TIFA 8 juga menyoroti Adhyaksa FC yang disebut kerap dikaitkan dengan kemenangan kontroversial dalam beberapa pertandingan sebelumnya.

Pernyataan itu memunculkan tensi baru menjelang duel playoff yang diprediksi berlangsung keras dan sarat tekanan.

Meski demikian, TIFA 8 menegaskan pihaknya tidak ingin menggiring opini negatif terhadap klub lawan. Mereka hanya meminta seluruh elemen pertandingan diawasi secara profesional dan transparan agar hasil akhir benar-benar ditentukan kualitas permainan di lapangan.

Dalam tuntutannya, TIFA 8 meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) diterapkan secara maksimal guna meminimalisasi potensi kesalahan fatal yang dapat memicu polemik baru.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat pertandingan playoff promosi memiliki dampak besar terhadap masa depan kedua tim, baik dari sisi finansial, prestise, maupun keberlangsungan kompetisi.

TIFA 8 juga meminta aparat keamanan memperketat pengamanan di sekitar Stadion Lukas Enembe untuk mencegah provokasi maupun potensi konflik horizontal antarpendukung.

Permintaan itu disampaikan karena pertandingan diprediksi menyedot perhatian besar masyarakat Papua, terutama pendukung fanatik Persipura yang berharap Mutiara Hitam kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Billy menegaskan dukungan terhadap Persipura harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan keamanan.

Menurutnya, atmosfer pertandingan besar tidak boleh berubah menjadi ruang konflik yang merusak citra sepak bola Papua.

Laga playoff melawan Adhyaksa FC menjadi momentum krusial bagi Persipura Jayapura untuk membuktikan kebangkitan mereka setelah beberapa musim terseok di luar kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dukungan publik Papua dipastikan akan menjadi energi besar bagi skuad Mutiara Hitam dalam menghadapi tekanan pertandingan.

Billy pun menutup pernyataannya dengan seruan moral kepada seluruh elemen sepak bola agar menjaga kehormatan kompetisi.

“Persipura adalah Mutiara Hitam yang layak promosi dengan cara terhormat. Satu Hati, Satu Tujuan!”

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari PSSI maupun PT LIB terkait tuntutan TIFA 8 mengenai penggunaan wasit asing dan pengawasan ekstra ketat pada pertandingan playoff Persipura kontra Adhyaksa FC.

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network