Akhir Pelarian Nofly, Begal Sadis di Kota Sorong Ditangkap Dramatis Tim Resmob Paniki di Minimarket

CHANRY SURIPATTY
Dramatis, detik-detik penangkapan Nofly begal sadis di Kota Sorong yang diciduk Tim Resmob Paniki Polsek Sorong Timur, Polresta Sorong di sebuah mini market di Aimas, Kabupaten Sorong. (FOTO : TANGKAPAN LAYAR)

 

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Pelarian panjang pelaku begal sadis yang meresahkan warga Kota Sorong akhirnya berakhir. Tim Resmob Paniki Polsek Sorong Timur, Polresta Sorong Kota, menangkap NMR alias Nofly (23) dalam operasi pengepungan dramatis di sebuah minimarket di wilayah Aimas, Kabupaten Sorong, Senin (4/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIT. 

Penangkapan ini menjadi respons langsung kepolisian setelah video aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap ibu-ibu dan anak viral di media sosial, memicu tekanan publik yang menuntut tindakan tegas aparat. 

 


Tampang pelaku begal sadis di Kota Sorong yang berhasil ditangkap Tim Resmob Paniki Polsek Sorong Timur, Polresta Sorong.

 

Operasi penangkapan berawal dari laporan warga yang mengidentifikasi keberadaan pelaku di sebuah minimarket di Aimas. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti Tim Paniki di bawah pimpinan Kapolsek Sorong Timur AKP Ahmad Wira Wisudawan bersama Kanit Reskrim IPTU Safrudin. 

Kapolsek Sorong Timur AKP Ahmad Wira Wisudawan menyatakan, setelah memastikan posisi target, aparat langsung melakukan pengepungan tertutup hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. 

“Setelah memastikan posisi target, aparat melakukan pengepungan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan,”ungkap Kapolsek. 

Usai ditangkap lanjut Kapolsek, pelaku kemudian dibawa ke Polsek Sorong Timur untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil interogasi awal, Nofly mengakui seluruh rangkaian aksi kejahatan yang dilakukannya. 

 


Dramatis, detik-detik penangkapan Nofly begal sadis di Kota Sorong yang diciduk Tim Resmob Paniki Polsek Sorong Timur, Polresta Sorong di sebuah mini market di Aimas, Kabupaten Sorong. (FOTO : TANGKAPAN LAYAR)

 

Berdasarkan tiga laporan polisi—LP/289/IV/2026, LP/292/IV/2026, dan LP/295/IV/2026—pelaku diketahui beraksi di sejumlah titik rawan di Kota Sorong, seperti Jalan F. Kalasuat serta Jalan Basuki Rahmat Km 9,5 dan Km 11. 

Pelaku menggunakan modus memepet korban yang sedang berkendara, lalu menarik paksa barang berharga seperti tas dan dompet. Aksi ini kerap membuat korban kehilangan kendali hingga terjatuh. 

" Dalam salah satu kejadian, seorang ibu yang membonceng anaknya terjatuh setelah pelaku menarik dompet dari dasbor motor. Pada insiden lain, pelaku merampas tas berisi laptop dan ponsel, menyebabkan satu keluarga mengalami luka akibat jatuh di jalan," bebernya. 


Barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha Vega merah hitam, salah satu barang bukti yang berhasil diamankan Tim Resmob Paniki Polsek Sorong Timur.

 

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku, antara lain:
1 unit sepeda motor Yamaha Vega merah hitam
1 jaket parasut hitam dan celana jeans
1 dompet kecil warna hitam
1 dompet warna merah maron

Sementara itu Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan, mengapresiasi kinerja cepat Tim Resmob Paniki sekaligus menekankan pentingnya peran masyarakat.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membantu kepolisian dengan memberikan informasi secepatnya apabila mengetahui adanya tindak kejahatan maupun keberadaan pelaku kriminal,” tegasnya. 

Ia juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dan menghindari menyimpan barang berharga di tempat terbuka.

Sebelumnya, video berdurasi 58 detik yang memperlihatkan aksi begal di Jalan Malibela menyebar luas di media sosial. Rekaman itu menunjukkan seorang ibu menangis sambil memeluk balita, sementara korban lain tergeletak di jalan sebelum dievakuasi warga. 

Unggahan tersebut memicu reaksi publik. Warganet mendesak peningkatan patroli, pemasangan CCTV, hingga pembangunan pos polisi di titik rawan.
“Kota Sorong sedang tidak baik-baik saja. Tolong aparat kepolisian agar bertindak sehingga keamanan di jalan bisa terwujud,” ujar Ishak Samuek Wuwuti. 

Komentar lain menyoroti pentingnya patroli rutin malam hari. “Patroli setiap malam boleh, seperti di Jayapura, setiap malam polisi patroli terus,” tulis Jhose J.


Dramatis, detik-detik penangkapan Nofly begal sadis di Kota Sorong yang diciduk Tim Resmob Paniki Polsek Sorong Timur, Polresta Sorong di sebuah mini market di Aimas, Kabupaten Sorong. (FOTO : TANGKAPAN LAYAR)

 

Rangkaian kasus ini menunjukkan eskalasi kejahatan jalanan dengan pola terorganisir dan menyasar kelompok rentan. Penangkapan Nofly menjadi langkah represif yang signifikan, namun belum cukup. 

Penguatan patroli, pengawasan berbasis teknologi seperti CCTV, serta kolaborasi aktif antara masyarakat dan aparat menjadi faktor krusial untuk menekan angka kejahatan serupa. 

Viralnya kasus ini menegaskan satu hal: keamanan jalanan di Kota Sorong berada dalam tekanan serius dan membutuhkan respons yang cepat, terukur, serta berkelanjutan.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network