get app
inews
Aa Text
Read Next : Laporan Begal Palsu di Raja Ampat Picu Keresahan, Polisi Ingatkan Ancaman UU ITE

Sidang LKPJ Bupati Raja Ampat 2025, Banggar DPRK Soroti Ketergantungan Dana Pusat

Rabu, 13 Mei 2026 | 06:40 WIB
header img
Suasana rapat pleno III pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Raja Ampat Tahun Anggaran 2025, Selasa (12/5/2026).

Selain menyoroti pendapatan daerah, Banggar juga mengkritisi pola belanja pemerintah daerah yang masih didominasi belanja operasi.

Dari total realisasi belanja sebesar Rp1.373.854.129.417,26 atau 85,83 persen dari pagu anggaran, sebanyak 73,40 persen digunakan untuk belanja operasi dan kebutuhan rutin pemerintahan.

Sedangkan belanja modal yang menjadi instrumen utama pembangunan infrastruktur hanya terealisasi Rp309.266.549.625,54 atau sekitar 22,51 persen dari total belanja daerah.

Banggar menilai angka tersebut belum sebanding dengan kebutuhan pembangunan fasilitas dasar di berbagai distrik dan kampung di Raja Ampat.

Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Banggar tetap mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, inovasi pelayanan publik, serta keterbukaan OPD dalam penyampaian data keuangan.

Namun demikian, DPRK menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi, seperti penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun, lemahnya pengawasan fisik kegiatan di tingkat kampung, hingga perencanaan program yang dinilai belum tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, Banggar DPRK Raja Ampat menyampaikan 16 rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah. Salah satunya mendorong peningkatan PAD minimal satu persen setiap tahun dan peningkatan belanja modal hingga mencapai 40 persen sesuai ketentuan pembangunan daerah.

Banggar juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kegiatan dengan serapan anggaran tinggi namun hasil belum maksimal, memperbaiki sistem beasiswa, meningkatkan pemerataan anggaran pendidikan dan kesehatan, serta membuka hasil audit dana kampung kepada publik.

“Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan kebijakan benar-benar menyejahterakan rakyat. Kritik dan catatan kami adalah bukti kepedulian dan kecintaan pada Raja Ampat,” tegas juru bicara Banggar dalam forum tersebut.

Banggar berharap seluruh rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah agar pengelolaan keuangan ke depan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi mempercepat pembangunan Raja Ampat.

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut