get app
inews
Aa Text
Read Next : Babak Pertama Menggila! Persipura Hantam Persiku 2-0 di Lukas Enembe, 30.000 Suporter Bergelora

Persipura Hadapi Dilema Besar: Pindah Kandang, Terancam Minus Poin, Hingga Benahi Skuad

Senin, 13 Juli 2026 | 23:26 WIB
header img
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan.

 

JAYAPURA, iNewssorongraya.idPersipura Jayapura menghadapi tantangan kompleks menjelang kompetisi musim baru. Manajemen Mutiara Hitam harus menjaga stabilitas keuangan, mempertimbangkan pemindahan pertandingan kandang ke Pulau Jawa, serta membangun skuad kompetitif tanpa menghilangkan identitas sepak bola Papua.

Persoalan utama muncul setelah Persipura dijatuhi sanksi bermain tanpa kehadiran suporter pada putaran pertama. Larangan tersebut berpotensi menghilangkan pendapatan dari penjualan tiket, sementara klub tetap harus menanggung biaya perjalanan, akomodasi, keamanan, dan penyelenggaraan pertandingan.

Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengatakan kondisi itu memaksa manajemen menghitung kembali seluruh kebutuhan operasional klub.

“Musim ini kami menghadapi situasi yang tidak mudah. Dengan sanksi yang mengharuskan Persipura bermain tanpa kehadiran suporter pada putaran pertama, tentu ada dampak finansial yang cukup besar bagi klub,” kata Owen dalam pernyataan tertulis yang diterima Redaksi iNewssorongraya.id, Senin (13/7/2026).

Salah satu opsi yang sedang dikaji ialah memainkan laga kandang di Pulau Jawa. Pilihan tersebut dinilai dapat memangkas biaya perjalanan karena sebagian besar pertandingan kompetisi berlangsung di wilayah barat Indonesia.

Namun, pemindahan kandang tidak bebas konsekuensi. Berdasarkan regulasi yang dipelajari manajemen, Persipura berpotensi memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin apabila memilih berkandang di Jawa.

“Di sisi lain, kami juga memiliki beberapa opsi yang sedang kami pertimbangkan. Salah satunya adalah memainkan pertandingan kandang di Pulau Jawa, yang secara operasional dapat mengurangi beban biaya klub. Namun, berdasarkan regulasi yang berlaku, keputusan tersebut juga berpotensi membuat Persipura memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin,” ujarnya.

Ancaman kehilangan poin sejak awal musim menempatkan Persipura dalam pilihan sulit. Efisiensi biaya dapat membantu keberlanjutan finansial klub, tetapi pengurangan angka berpotensi memengaruhi posisi tim dalam persaingan.

Keputusan memindahkan kandang juga menyangkut hubungan Persipura dengan masyarakat Papua. Selama ini, pertandingan kandang bukan hanya agenda kompetisi, melainkan bagian dari ikatan historis dan emosional antara Mutiara Hitam dan basis pendukungnya.

“Ini bukan keputusan yang sederhana. Ada pertimbangan finansial, ada pertimbangan kompetitif, dan yang paling penting, ada tanggung jawab kami terhadap identitas Persipura sebagai kebanggaan masyarakat Papua,” kata Owen.

Di tengah persoalan tersebut, manajemen tetap menjalankan agenda pembenahan tim. Persipura berencana menghadirkan pelatih baru, membentuk posisi Direktur Football, dan merekrut tiga pemain asing sesuai kebutuhan skuad.

Evaluasi musim lalu menjadi dasar penyusunan tim. Manajemen menilai hasil yang belum memenuhi harapan harus dijadikan pelajaran untuk memperkuat organisasi permainan dan mental pemain.

“Musim lalu memberikan banyak pelajaran bagi kami. Walaupun hasilnya belum sesuai harapan, proses tersebut justru membuat tim semakin matang dan semakin menyatu. Semangat dan moral tim saat ini juga sangat baik untuk menyambut musim baru,” kata Owen.

Direktur Football akan bertugas menjaga kesinambungan filosofi permainan Persipura ketika terjadi pergantian pelatih. Struktur tersebut diharapkan memastikan karakter sepak bola Papua tetap menjadi fondasi, meskipun strategi dan pendekatan taktik mengalami perubahan.

“Tentu dengan hadirnya pelatih baru akan ada game plan dan pendekatan bermain yang baru. Karena itulah kami membentuk posisi Direktur Football, agar identitas dan ciri khas sepak bola Persipura tetap terjaga, siapa pun pelatihnya,” ujarnya.

Manajemen juga tidak akan merombak seluruh komposisi tim secara terburu-buru. Persipura akan lebih dahulu mengevaluasi dan mengoptimalkan pemain yang tersedia sebelum menentukan posisi yang membutuhkan tambahan kekuatan.

“Filosofi sepak bola Papua akan selalu menjadi dasar permainan kami, sementara strategi dan taktik akan terus beradaptasi dengan kebutuhan pertandingan dan karakter lawan. Untuk komposisi pemain, kami akan mengoptimalkan skuad yang ada terlebih dahulu, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan mendatangkan tiga pemain asing baru yang sesuai dengan kebutuhan tim.”

Owen belum mengungkapkan nama, posisi, maupun negara asal ketiga pemain asing yang dibidik. Perekrutan akan disesuaikan dengan kebutuhan skema pelatih baru dan hasil evaluasi terhadap skuad yang ada.

Keputusan final mengenai kandang Persipura juga belum ditetapkan. Manajemen masih menelaah aspek finansial, regulasi, teknis pertandingan, kepentingan suporter, dan keberlanjutan klub.

“Saat ini kami masih mengkaji seluruh aspek secara matang sebelum mengambil keputusan terbaik bagi klub. Apa pun keputusan yang nantinya diambil, satu hal yang pasti: seluruh pertimbangannya didasarkan pada kepentingan jangka panjang Persipura, bukan kepentingan sesaat.”

Persipura kini dituntut menemukan keseimbangan antara efisiensi anggaran, kekuatan kompetitif, dan identitas klub. Langkah yang dipilih manajemen akan menentukan bukan hanya posisi Mutiara Hitam pada awal musim, tetapi juga arah pembangunan tim dan hubungannya dengan masyarakat Papua.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut