Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Panglima Kogabwilhan III Beberkan Hasil Operasi TNI di Papua, 59 Anggota OPM Kembali ke NKRI
Advertisement . Scroll to see content

Kogabwilhan III Lumpuhkan 12 Tokoh OPM, Operasi TNI di Papua Masif Sepanjang Triwulan I 2026

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:12 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Kogabwilhan III Lumpuhkan 12 Tokoh OPM, Operasi TNI di Papua Masif Sepanjang Triwulan I 2026
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memimpin konferensi pers hasil operasi Kogabwilhan III TW I Tahun 2026 di Papua. Dalam operasi tersebut, aparat gabungan berhasil menyita sejumlah senjata, amunisi, dan perlengkapan perang. (FOTO : iNewssorong)

 

 

MIMIKA, iNewssorongraya.id — Tentara Nasional Indonesia melalui Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengklaim berhasil melumpuhkan 12 tokoh penting Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dalam rangkaian operasi pengamanan di sejumlah wilayah rawan konflik di Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Operasi yang dipimpin langsung di bawah kendali Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto itu disebut menjadi bagian dari langkah strategis negara dalam meredam eskalasi gangguan keamanan bersenjata yang selama ini mengancam masyarakat sipil dan aparat keamanan di Papua.

Dalam konferensi pers di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (8/5/2026), Lucky Avianto menyatakan operasi dilakukan secara terukur dan mengedepankan prinsip profesionalisme militer serta perlindungan warga sipil.

“TNI memegang teguh prinsip keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi. Perlindungan terhadap masyarakat sipil Papua menjadi prioritas utama dalam setiap operasi,” ujar Lucky Avianto dalam siaran pers yang diterima Redaksi iNewssorongraya.id, Minggu (10/5/2026).

Berdasarkan data Kogabwilhan III, sejumlah tokoh yang disebut berhasil dilumpuhkan antara lain Yesias Mate, Army Kogoya, Bilip Kobak, Dinus Tigau, Manuel Yohanes Aimau, Hurbianus Murip, Alfon Sorry, Jeki Murib, Lau Gwijangge, Ket Gwijangge, Peltu Usmabul, Serlu Wonimbo, serta tiga anggota lainnya di wilayah Paniai.

Nama-nama tersebut disebut memiliki peran strategis dalam jaringan operasional dan logistik kelompok bersenjata di sejumlah daerah rawan, termasuk Nduga, Yahukimo, hingga wilayah Papua Barat Daya.

Selain melumpuhkan sejumlah tokoh, aparat TNI juga mengamankan berbagai barang bukti berupa puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, senjata tajam, alat komunikasi, alat pengintai, uang tunai, hingga atribut separatis berupa Bendera Bintang Kejora.

Kogabwilhan III menilai penyitaan tersebut menjadi pukulan signifikan terhadap kemampuan operasional kelompok separatis bersenjata yang selama ini bergerak secara sporadis di wilayah pegunungan Papua.

Lucky Avianto menegaskan seluruh operasi dilakukan berdasarkan Rules of Engagement (ROE) yang ketat dengan tetap memperhatikan hukum, hak asasi manusia, dan prinsip kemanusiaan.

Menurut dia, pendekatan keamanan yang diterapkan TNI tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tetapi juga menjaga stabilitas sosial agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, serta pembangunan di Papua terus berjalan,” katanya.

TNI juga mengimbau masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memicu keresahan dan memperkeruh situasi keamanan di daerah.

Di tengah operasi yang terus berlangsung, Kogabwilhan III turut memberikan penghormatan kepada prajurit TNI yang gugur dalam pelaksanaan tugas pengamanan di Papua.

Pihak TNI memastikan operasi pengamanan akan terus dilanjutkan guna menjaga stabilitas keamanan dan mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua.

Penegasan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa negara tidak akan memberi ruang terhadap aksi kekerasan bersenjata yang dinilai menghambat kehidupan masyarakat sipil dan proses pembangunan di Bumi Cenderawasih.

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut