TNI Klaim Pendekatan Sosial Dorong 10 Anggota OPM Kembali ke NKRI
MANOKWARI, iNewssorongraya.id — Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyebut pendekatan sosial Satgas TNI menjadi salah satu faktor yang mendorong 10 anggota aktif Kodap IV Sorong Raya TPNPB-OPM kembali ke NKRI.
Pernyataan itu disampaikan Lucky saat menjadi Inspektur Upacara dalam ikrar dan sumpah setia 10 anggota TPNPB-OPM kepada NKRI di Manokwari, Papua Barat.
Lucky mengatakan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat di pedalaman Papua.
Menurut dia, prajurit TNI ikut membangun dan memperbaiki gereja, sekolah, jembatan, serta fasilitas umum lain. Beberapa personel TNI juga disebut membantu masyarakat sebagai guru dan tenaga kesehatan di wilayah pedalaman.
“Selain itu, pendekatan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III yang menitikberatkan pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Papua, di mana personel kita acapkali turun langsung bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan antara lain memugar atau membangun gereja, sekolah, jembatan dan fasilitas umum lainnya di berbagai wilayah pedalaman Papua. Ada juga personel kita yang menjadi guru dan tenaga kesehatan bagi masyarakat pedalaman,” kata Lucky.
Lucky menilai pendekatan tersebut perlahan mengubah pandangan sebagian masyarakat dan simpatisan kelompok bersenjata terhadap pemerintah, khususnya TNI.
“Lambat laun hal tersebut mematahkan stigma negatif terhadap pemerintah, khususnya TNI, yang ditanamkan TPNPB-OPM kepada saudara-saudara kita di Bumi Cenderawasih,” ujar Lucky.
Ia juga menyinggung peran Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru. Lucky menyebut sikap prajurit TNI yang rendah hati dan memiliki jiwa sosial menjadi contoh pendekatan yang menyentuh masyarakat.
“Perangai personel Satgas TNI yang humble dengan jiwa sosial tinggi yang ditauladani dari keseharian pimpinan TNI, seperti Pangdam XVIII/Kasuari Bapak Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, telah menyentuh hati sekaligus menggugah rasa simpati dan empati simpatisan hingga anggota aktif TPNPB-OPM,” katanya.
Dalam upacara itu, 10 anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengucapkan ikrar setia kepada NKRI. Kegiatan tersebut disaksikan keluarga, tokoh adat, pemuka agama, kepala distrik, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan ratusan warga.
Lucky mengatakan langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pendekatan keamanan perlu berjalan bersama agenda kesejahteraan. Ia menilai Papua membutuhkan ruang hidup yang aman agar pembangunan dan pelayanan dasar dapat berjalan lebih cepat.
“Papua adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. Bersama NKRI, mari kita wujudkan Tanah Papua yang aman, damai, bermartabat, dan penuh berkat bagi seluruh anak negeri,” ujar Lucky.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TPNPB-OPM atas klaim TNI mengenai alasan kembalinya 10 anggota Kodap IV Sorong Raya ke NKRI.
Editor : Hanny Wijaya