Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis Seorang Wanita di Wasior, Korban Dihabisi Secara Brutal
Namun situasi berubah ketika tersangka yang dalam kondisi mabuk memaksa korban untuk melayani keinginannya. Penolakan korban memicu kekerasan. TA menendang dan memukul AS hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran di ruang depan kamar.
Meski korban dalam kondisi tidak berdaya, pelaku tetap berupaya melampiaskan hasratnya. Saat korban mulai sadar dan melakukan perlawanan, pelaku kembali melakukan kekerasan hingga korban kembali pingsan.

Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian masuk ke kamar tidur korban dan mengambil barang berharga berupa dompet dan telepon genggam. Namun saat keluar, korban ternyata telah sadar dan berteriak.
Merasa aksinya terancam terbongkar, pelaku kembali menyerang korban. Ia menjepit leher korban dengan kaki sambil menutup mulutnya menggunakan tangan. Ketika korban masih berusaha melawan, pelaku yang panik mengambil anakan cobek dan menghantam kepala korban berkali-kali hingga korban tidak lagi bergerak.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku membersihkan diri di kamar mandi, lalu melarikan diri dengan membawa barang milik korban. Sebelum kabur, pelaku sempat mengunci pintu kamar dari luar dan membuang kunci tersebut.

Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju rumah kerabatnya di Distrik Wondiboi, setelah sebelumnya singgah di Pasar Iriati untuk membeli pakaian dan membersihkan diri di sungai.
“Dari rekonstruksi ini kita simpulkan bahwa tersangka adalah pelaku tunggal dari kasus pembunuhan ini. Tapi mereka dua ini sudah berkenalan, sudah janjian lewat aplikasi MiChat dan sudah sepakat harga baru dia disuruh datang,” kata Daud.
Editor : Chanry Suripatty