Drama Berdarah di Sorong: Oknum Polisi Tikam Adik Ipar hingga Bersimbah Darah
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Peristiwa penikaman yang melibatkan seorang oknum anggota kepolisian mengguncang warga Kota Sorong, Papua Barat Daya. Seorang polisi berpangkat Bripda berinisial MIM diduga menikam adik iparnya sendiri, AL (24), hingga mengalami delapan luka tusuk setelah tersulut konflik keluarga yang disebut berkaitan dengan persoalan rumah tangga.
Insiden berdarah itu terjadi di Komplek Perumahan A5 Jaya Permai, Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Jumat (6/3) sekitar pukul 03.00 WIT. Korban ditemukan warga dalam kondisi berlumuran darah sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Ayah korban, Lanuhu Buton, mengatakan pelaku lebih dulu mendatangi rumah tersebut sebelum aksi penikaman terjadi. Informasi itu diperoleh dari keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas milik tetangga.
“Berdasarkan keterangan saksi serta hasil pengecekan rekaman CCTV milik tetangga, pelaku mendatangi rumah korban,” kata Lanuhu Buton dalam keterangannya.
Menurutnya, seorang saksi yang tinggal tepat di depan rumah korban awalnya berada di dalam rumah. Tidak lama kemudian, saksi mendengar teriakan minta tolong dari arah kediaman korban.
“Saksi yang rumahnya berhadapan langsung dengan rumah korban sedang berada di dalam rumah dan saksi mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah korban,” ujarnya.
Mendengar teriakan tersebut, saksi segera keluar rumah dan memanggil warga sekitar. Beberapa warga kemudian mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisi di dalam.
Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan bersimbah darah namun masih sadar. Dalam kondisi kritis, korban meminta warga segera membawanya ke rumah sakit.
“Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan berlumuran darah dan masih dalam kondisi sadar. Korban meminta agar segera dibawa ke rumah sakit,” jelas Lanuhu.
Korban kemudian dievakuasi warga menggunakan kendaraan milik tetangga menuju RS Sele Be Solu untuk mendapatkan penanganan medis.
“Anak saya dibawa menuju RS Sele Be Solu menggunakan mobil milik saksi,” tambahnya.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun hingga kini penyidik belum menemukan senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Junov Siregar, mengatakan barang bukti utama berupa pisau diduga telah dibuang pelaku.
“Jadi barang bukti utama berupa pisau belum kita temukan. Barang bukti masih kita cari sampai malam ini, karena dibuang sama pelaku,” kata Junov.
Dari hasil pemeriksaan medis sementara, korban mengalami delapan luka tusukan di beberapa bagian tubuh. Luka tersebut tersebar di bagian dada, lengan, hingga kaki.
“Untuk luka tusuk ada delapan di antaranya tusukan benda tajam pada dada kiri, dua luka tusukan pada lengan kiri, dua luka tusukan pada lengan kanan,” paparnya.
“Selanjutnya satu luka tusukan pada betis kanan, satu luka tusukan pada paha kanan belakang dan satu luka tusukan pada perut kanan bawah,” tambahnya.
Penyelidikan sementara mengungkap bahwa pelaku merupakan anggota Polri yang bertugas di Yanma Polda Papua Barat Daya. Hubungan keluarga antara pelaku dan korban juga menjadi salah satu fokus penyelidikan penyidik.
Junov menjelaskan, dugaan awal menunjukkan pelaku menyimpan dendam terhadap orang tua korban. Saat mendatangi rumah tersebut, pelaku tidak menemukan orang tua korban sehingga emosinya dilampiaskan kepada korban yang berada di dalam rumah.
“Informasi awal menyebutkan pelaku memiliki dendam terhadap orang tua korban. Namun saat kejadian orang tua korban tidak berada di rumah,” ujar Junov.
Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan konflik rumah tangga yang melibatkan pelaku dan istrinya yang merupakan kakak korban. Informasi yang diperoleh menyebut pelaku dan istrinya telah lama hidup terpisah.
“Ada informasi terkait ketersinggungan karena adanya kalimat ‘pisah ranjang’, namun itu masih kami dalami. Motif sementara berkaitan dengan masalah keluarga,” jelasnya.
Penyelidikan juga mengarah pada dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang sebelumnya dilakukan pelaku terhadap istrinya.
“Korban adalah adik iparnya. Informasi awal juga menyebutkan pelaku sering melakukan KDRT terhadap istrinya,” ujarnya.
Saat ini pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya. Kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta mencari barang bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif penikaman tersebut.
Sementara itu korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tusukan yang dideritanya. Polisi memastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Editor : Chanry Suripatty