Viral Video TPNPB-OPM Eksekusi 3 Wanita Yang Dituduh Intel di Yahukimo

TIM LIPUTAN
Tangkapan layar video tiga Wanita yang jadi korban kekejaman kelompok bersenjata TPNPN-OPM yang dituduh intelijen TNI-Polri. Aktivitas sipil di Kota Dekai kini dihentikan sementara waktu.

 

YAHUKIMO, iNewssorongraya.id - Kelompok bersenjata yang mengklaim diri mereka sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menebar teror berdarah di wilayah Papua Pegunungan. Dari video berdurasi 1 menor 15 detik yang beredar luas di media sosial, terlihat sekelompok pria melakukan tindakan keji dengan menganiaya tiga Wanita disebuah halaman rumah di pedesaan.

Sementara itu, dalam sebuah pesan tertulis yang diklaim sebagai siaran pers Pasukan dari Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo, mereka mengklaim telah mengeksekusi mati tiga perempuan yang mereka tuduh sebagai agen intelijen militer Indonesia di kawasan Roku, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat (30/10/2026) pagi.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebutkan ketiga korban bernama Juliana Jikwa, Antonia Nabyel, dan Merina Matuan. Eksekusi mematikan ini diklaim kelompok tersebut sebagai aksi balas dendam atas kematian salah satu anggota mereka, Tirinus Keroman, yang tewas dalam kontak tembak dengan aparat keamanan.

"Aparat militer jangan menyalahkan warga sipil atas kejadian ini. Kami akan membalas kematian Tirinus dengan sepuluh nyawa aparat maupun intelijen yang masuk ke wilayah Yahukimo," tegas Sebby melalui keterangan tertulisnya.

Eskalasi konflik di wilayah ini diprediksi kian memanas. Komandan operasi setempat, Yabane Sonyap, menyatakan pasukannya dari Kompi Yemprenge dan Batalyon Yallenang akan menggelar operasi bersenjata siang dan malam di Kota Dekai.

Menyusul operasi tersebut, sayap militer OPM ini mengeluarkan peringatan keras yang menyasar masyarakat sipil. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, tenaga medis, hingga warga pendatang diinstruksikan untuk segera menghentikan aktivitas dan mengosongkan wilayah Yahukimo.

"Jika peringatan ini tidak diindahkan dan kami menemukan warga pendatang dalam operasi, kami siap melakukan eksekusi mati. Kami menganggap mereka bagian dari misi intelijen pemerintah," ancamnya.

Tidak hanya menebar teror di tingkat lokal, kelompok OPM yang dikenal dengan kekejamannya ini  juga melayangkan ultimatum politik terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka menuntut pemerintah pusat memfasilitasi meja dialog internasional guna menyelesaikan akar konflik Papua secara komprehensif.

"Jika negara tidak serius menyelesaikan persoalan politik di Tanah Papua, perang akan terus terjadi dan korban berjatuhan. Negara harus segera membuka diri untuk berunding dengan orang Papua di bawah pengawasan PBB," ungkap Sebby.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dan konfirmasi resmi dari Kogawilhan III (Satgas Koops TNI Habema), maupun Satgas Operasi Damai Cartenz terkait klaim eksekusi tiga warga tersebut dan kondisi keamanan terkini di Kota Dekai. Namun, eskalasi ancaman ini menempatkan warga sipil dalam posisi yang sangat rentan di tengah pusaran konflik bersenjata.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network