Breaking News! Disambut Jenderal Hengki, Menkopolkam Gelar Rakor Tertutup di Mapolda PBD

CHANRY SURIPATTY
Kapolda PBD Brigjen Pol Hengky Haryadi saat menyambut kedatangan Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Mapolda PBD, Rabu (28/10/2026). (FOTO : iNewssorongraya.id/CHAN).

 

SORONG, iNewssorongraya.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menggelar rapat koordinasi (rakor) keamanan secara tertutup di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua Barat Daya, Kota Sorong, Rabu (28/10/2026). Pertemuan ini menyita perhatian publik karena bertepatan dengan agenda penerimaan puluhan warga pengungsi imbas konflik Maybrat.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mendarat di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong pada pagi hari. Rombongan kementerian langsung disambut oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrauw, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rombongan langsung bergerak menuju Mapolda Papua Barat Daya. Setibanya di lokasi, Kapolda Brigjen Pol Hengky Haryadi beserta pejabat utama kepolisian menyambut kedatangan Menkopolkam guna melangsungkan pertemuan strategis bersama tokoh agama, masyarakat, dan pimpinan adat setempat. 

Namun, akses informasi bagi awak media dibatasi secara ketat oleh aparat keamanan. Agenda krusial yang membahas stabilitas wilayah tersebut berlangsung rahasia tanpa ruang bagi peliputan langsung.
"Sesuai arahan pimpinan, wartawan hanya diperkenankan melakukan doorstop wawancara dengan Bapak Menko seusai rapat koordinasi," ujar salah seorang perwira Humas Polda Papua Barat Daya. 

Di balik rapat yang tidak bisa diakses publik tersebut, terselip agenda kemanusiaan yang mendesak. Pemerintah pusat dijadwalkan menerima 25 warga korban konflik berkepanjangan di Kabupaten Maybrat. Penanganan dan nasib para pengungsi ini diduga kuat menjadi salah satu topik utama yang dibedah secara serius di dalam ruangan tertutup itu. 

Menkopolkam selanjutnya akan memberikan pengarahan langsung kepada para prajurit di markas Batalyon Infanteri (Yonif) 762/Vira Yudha Sakti. 

Hingga berita ini diterbitkan, pintu ruang pertemuan di Mapolda Papua Barat Daya masih tertutup rapat. Publik kini menanti langkah konkret dan transparansi pemerintah pusat dalam menuntaskan teka-teki penyelesaian konflik di Bumi Cenderawasih.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network