SORONG, iNewssorongraya.id – Persoalan tingginya angka pengangguran di Provinsi Papua Barat Daya kini tidak lagi sekadar menjadi urusan pemerintah daerah. Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya mengambil langkah tak biasa dengan meluncurkan program 'Polisi Peduli Pengangguran' di Perempatan Jalan Intimpura, Kelurahan Mariat Pantai, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Kamis (22/10/2026).
Melalui gebrakan ini, seluruh personel Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk turun ke lapangan guna memetakan warga yang belum memiliki pekerjaan. Langkah aparat kepolisian melakukan pendataan langsung dari Pangkalan Ojek Maritim ini menjadi sebuah sinyal kuat bahwa urusan kesejahteraan ekonomi berbanding lurus dengan stabilitas keamanan di masyarakat.
Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Hengky Haryadi, menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa hanya berpangku tangan melihat himpitan ekonomi yang memicu berbagai masalah sosial.
"Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi warga," tegas Brigjen Hengky di lokasi dialog.
Menurut Kapolda, penanganan masalah pengangguran ini mutlak membutuhkan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, data warga yang membutuhkan pekerjaan hasil pemetaan Bhabinkamtibmas akan digunakan sebagai bahan koordinasi konkret. Polri memposisikan diri sebagai jembatan yang mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk segera membuka peluang ekonomi yang riil.
Selain isu minimnya ketersediaan lapangan kerja, pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut juga menguliti berbagai kelemahan sistemik di lingkungan warga Intimpura. Masyarakat secara terbuka mengeluhkan gangguan ketertiban akibat maraknya peredaran minuman keras, masalah keselamatan lalu lintas, persaingan pendapatan pengemudi ojek, hingga fenomena miris anak-anak yang terpaksa turun ke jalan sebagai pemulung.
Kasubbid PID Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mencatat seluruh aspirasi warga. Kepolisian memastikan akan menindaklanjuti laporan terkait keamanan masyarakat sesuai kewenangan, sembari meminta warga aktif melapor melalui Call Center 110 jika menemukan ancaman ketertiban di lingkungan sekitar.
Kegiatan silaturahmi ini kemudian ditutup dengan pembagian paket kebutuhan pokok oleh Kapolda kepada masyarakat setempat.
Langkah proaktif penegak hukum ini pada akhirnya menjadi alarm peringatan bagi para pemangku kebijakan. Ketika kepolisian sudah turun tangan mendata warga yang menganggur, sudah saatnya birokrasi pemerintah daerah bergerak lebih cepat dan tepat sasaran dalam menciptakan lapangan pekerjaan di Bumi Cenderawasih.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
