Resmi Pimpin Polda Papua Barat Daya, Ini Pesan Tegas Brigjen Hengki Haryadi

CHANRY SURIPATTY
Kapolda PBD Brigjen Pol Hengki Haryadi didampingi Brigjen Pol Audie Sony Latuheru saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

 

AIMAS, iNewsorongraya.id  – Pergantian kepemimpinan di Polda Papua Barat Daya memasuki babak baru. Brigjen Pol. Hengki Haryadi resmi menerima tongkat komando dari Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru dengan membawa pesan tegas: Polda Papua Barat Daya tidak cukup hanya menjadi institusi baru, tetapi harus mampu menunjukkan karakter, keberanian mengambil keputusan, serta memberikan nilai lebih bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Hengki kepada wartawan usai Apel Kehormatan dan Serah Terima Pataka Polda Papua Barat Daya di Markas Polda Papua Barat Daya, Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu (9/9/2026).

Hengki menilai kekuatan utama organisasi kepolisian tidak hanya terletak pada struktur, melainkan pada kualitas manajemen dan kepemimpinan. Karena itu, ia menempatkan pengambilan keputusan sebagai salah satu fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi.

“Saya sangat percaya bahwa inti dari suatu organisasi adalah manajemen. Inti dari manajemen adalah leadership, dan inti dari leadership adalah pengambilan keputusan,” tegas Hengki.

Ia ingin keputusan yang lahir di lingkungan Polda Papua Barat Daya tidak dibangun atas rasa takut kepada pimpinan. Menurutnya, setiap anggota harus bekerja dengan kesadaran dan keikhlasan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya harap dalam pengambilan keputusan saya, itu diwarnai oleh keikhlasan dari rekan-rekan semua. Bukan karena takut dengan pimpinan, tapi karena kita kerja dengan ikhlas,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penanda arah kepemimpinan Hengki di Polda Papua Barat Daya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga jati diri Polri agar kewenangan yang dimiliki tidak justru mencederai kehormatan institusi.

“Dalam semangat pengabdian, memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, ingat jangan cederai jati diri kita. Kita adalah profesi yang mulia,” katanya.

 

Polda Baru Dituntut Punya Karakter

Hengki tidak ingin status Polda Papua Barat Daya sebagai institusi yang relatif baru berhenti pada persoalan administratif. Ia justru menuntut jajaran membangun karakter dan keunggulan yang membedakannya dari Polda lain.

“Walaupun kita ini Polda baru, tapi jadilah bunga yang berbeda di tengah taman. Artinya, kita harus memiliki diferensiasi. Dalam pelaksanaan tugas kita ke depan, kita harus berbeda, ada nilai lebih Polda Papua Barat Daya dalam pelaksanaan pengabdian daripada Polda-Polda lainnya,” jelasnya.

Bagi Hengki, pembeda tersebut harus terlihat dalam pelaksanaan tugas dan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran membangun kekuatan tim, bukan menggantungkan keberhasilan organisasi pada figur seorang pemimpin.

“Tidak ada pemimpin yang hebat, yang ada adalah tim yang kuat,” tegas Hengki.

 

Penegakan Hukum Tak Cukup Hanya Tegas

Hengki juga membawa perhatian pada cara Polda Papua Barat Daya menjalankan penegakan hukum. Ia mengingatkan jajaran agar tidak melihat hukum hanya dari sisi kepastian dan ketegasan, tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilan serta dampaknya terhadap masyarakat.

“Tujuan hukum itu ada satu, rasa keadilan, kepastian hukum, kemampuan dan keterampilan sosial. Terkadang kita menegakkan hukum secara ketat, tapi apakah menciptakan rasa keadilan dan lain sebagainya, kami akan hitung,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penegakan hukum, menurut Hengki, harus dilakukan secara profesional dan terukur. Ketegasan tetap diperlukan, tetapi setiap tindakan juga harus memperhitungkan konteks sosial serta konsekuensinya bagi masyarakat.

 

Program Audie Tak Akan Dihentikan

Di tengah pergantian pucuk pimpinan, Hengki memastikan tidak akan serta-merta menghapus program yang telah dibangun Audie Sonny Latuheru. Ia justru menekankan pentingnya kesinambungan agar pergantian pimpinan tidak selalu diikuti perubahan program secara total.

“Program Pak Audie akan kami lanjutkan. Salah satu hal yang mungkin saya lihat selama ini, kadang-kadang kita memiliki program baru akhirnya tidak berkesinambungan. Jadi, apa yang diberi program Pak Audi akan kami tindak lanjuti dan tentunya ini untuk kepentingan masyarakat Papua Barat Daya,” pungkasnya.

Sementara itu, Brigjen Audie menitipkan Polda Papua Barat Daya kepada Hengki. Pergantian tersebut memiliki ikatan personal karena keduanya pernah berada dalam satu rangkaian perjalanan tugas kepolisian, termasuk ketika Audie menyerahkan kepemimpinan sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat kepada Hengki pada 2020.

“Rekan-rekan sekalian, saya tidak banyak menyampaikan pernyataan. Saya hanya menitipkan beliau teman seangkatan dan juga saudara asuh saya,” ujar Audie.

Audie mengaku banyak belajar mengenai kepemimpinan dari Hengki ketika keduanya bertugas bersama. Ia meyakini pola kepemimpinan yang dibawa penggantinya tidak akan sepenuhnya berbeda dengan arah yang telah dijalankannya selama memimpin Polda Papua Barat Daya.

“Beliau juga yang mengajari saya bagaimana menjadi Kapolres. Artinya, apa yang selama beberapa waktu kita lakukan bersama, kebijakan-kebijakan, cara dan gaya kepemimpinan saya, saya pikir tidak akan jauh berbeda,” katanya.

Namun, Audie memperkirakan Hengki akan membawa energi kepemimpinan yang lebih kuat.

“Warnanya mungkin akan sama saja. Mungkin Pak Kapolda tidak jauh berbeda dari saya, mungkin beliau akan sedikit lebih kencang. Karena namanya guru kan harus lebih hebat dari murid,” ucapnya.

Audie juga mengapresiasi loyalitas jajaran Polda Papua Barat Daya selama masa kepemimpinannya yang berlangsung satu bulan 23 hari.

“Selama kebersamaan kami satu bulan 23 hari menunjukkan loyalitas yang luar biasa hebatnya. Mereka penuh semangat dan saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Kapolda, tentu mereka-mereka ini akan tetap mendukung Bapak dengan penuh semangat yang terus menyala-nyala,” tuturnya.

Bagi Hengki, kepercayaan memimpin Polda Papua Barat Daya sekaligus menjadi pijakan pertamanya menjalankan tugas di Tanah Papua.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi saya pribadi untuk ditempatkan sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Ini adalah langkah pertama saya untuk menginjak di Tanah Papua,” kata Hengki.

Kini, tantangan kepemimpinan baru bukan sekadar menjaga kesinambungan program, tetapi membuktikan bahwa Polda Papua Barat Daya mampu menghadirkan kepolisian yang kuat tanpa kehilangan rasa keadilan. Di titik itulah janji tentang kepemimpinan, tim yang solid, dan institusi yang berbeda akan diuji oleh kebutuhan nyata masyarakat.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network