Rekam Jejak Emas Letda Jihad: Perwira Elite Lulusan Rusia yang Tewas Misterius di Solo

LORAINE AMANDA
Ibunda Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid menuntut keadilan atas kematian tak wajar putranya di markas Kopassus Solo. Korban dikenal sebagai prajurit elite berprestasi lulusan Rusia.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id- Kematian tak wajar Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid di markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Solo, Jawa Tengah, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar. Karier cemerlang perwira muda lulusan Akademi Militer (Akmil) 2024 ini harus berakhir tragis justru di medan tugasnya sendiri.

Kualitas emas almarhum sebagai prajurit tempur sejatinya tidak diragukan lagi. Pria kelahiran Pulau Doom tersebut tercatat memiliki rekam jejak militer yang luar biasa. Ia pernah mengemban tugas sebagai pelatih bela diri Batalyon 762/VYS, menempuh kualifikasi Satuan 81/Gultor, hingga menjadi perwira andalan yang mengikuti pendidikan militer khusus di luar negeri.

Prestasi internasional tersebut sempat menjadi kebanggaan tersendiri bagi tanah kelahirannya.

"Jihad sempat telepon ke saya, bahwa mama punya anak adalah orang Misool, Raja Ampat, pertama ikut pendidikan di Rusia," ungkap Zainab Jelfoom, ibunda almarhum, mengenang percakapan terakhir dengan sang putra kebanggaan.

Namun, deretan pencapaian itu kini berganti kepedihan. Zainab mencurigai adanya kejanggalan dalam insiden berdarah yang merenggut nyawa buah hatinya.

"Harapan saya yang mau menjadikan Jihad Al-Rasyid sebagai anak bermanfaat bagi negara dan agama, semuanya sirna sebab meninggal tak wajar di Kota Solo," katanya dengan nada getir.

Di mata keluarga besar Mayor Inf Triyana dan Zainab, sosok almarhum bukan sekadar prajurit tangguh. Atlet karate andalan Papua tersebut juga dikenal sebagai figur anak yang taat beragama serta berdisiplin tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak Jihad Al-Rasyid adalah sosok santun, dan tidak pernah membantah perintah saya serta ayahnya di Sorong," ujar Zainab, Selasa (27/10/2026).

Merasa ada yang disembunyikan, pihak keluarga kini mendesak transparansi dari seluruh institusi militer. Mereka secara terbuka menuntut pertanggungjawaban penuh dari para pimpinan TNI, dan menolak segala bentuk manipulasi narasi di ruang publik.

"Saya mohon mulai dari Komandan Kopassus sampai ke bawah, kalian semua harus bisa tanggungjawab hilangnya nyawa Jihad, saya menunggu keadilan dunia-akhirat," tegasnya.

Kini, keluarga mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan mengusut tuntas insiden maut ini. Ketegasan pemerintah dan institusi penegak hukum menjadi kunci utama demi menjawab jeritan hati seorang ibu yang kehilangan prajurit terbaiknya.

 

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network