SORONG, iNewssorongraya.id — Situasi keamanan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, memanas setelah sekelompok massa memblokade lima ruas jalan utama sejak Kamis (21/5/2026) malam hingga Jumat (22/5/2026) dini hari.
Massa yang didominasi pemuda dan remaja membakar ban bekas, menumbangkan batang pohon, serta menutup akses jalan. Empat titik yang diblokade berada di depan Kompleks Sorpus Jalan Jenderal Ahmad Yani, tikungan Kantor RRI Sorong, depan Kompleks Pertokoan Yohan, depan Kantor Pusat Bank Mandiri, dan jalan Jend Sudirman atau jalan baru Kota Sorong.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan dikawal personelnya saat berada di lokasi kejadian.
Aksi tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh total. Pengendara yang hendak menuju kawasan Kampung Baru terpaksa memutar balik dan menggunakan jalur alternatif melalui jalan baru.
Situasi paling tegang terjadi di kawasan Sorpus. Sekelompok pemuda dan remaja diduga berada di bawah pengaruh minuman keras. Mereka melempari pengendara yang melintas dengan batu dan kayu.
Aparat dari Polsek Sorong Kota yang dibantu personel Dalmas Polresta Sorong Kota kemudian tiba di sekitar Kuda Laut, dekat Mapolsek Sorong Kota. Polisi mencoba membuka blokade dan menghalau massa.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan dikawal pernah personel hindari serangan batu dan molotov.
Namun, upaya itu mendapat perlawanan. Massa melempari aparat dengan batu, kayu, botol kaca, hingga bom molotov.
Personel kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Andi Nurul Yaqi, Kasat Sabhara AKP Surodji, dan Kapolsek Sorong Kota AKP Diza Javier Suwarta Putra beberapa kali menyampaikan imbauan. Namun, massa tidak menggubris peringatan tersebut.
Polisi kemudian memukul mundur massa hingga ke depan SPBU Sorpus sambil membersihkan material blokade. Akan tetapi, setelah aparat kembali ke Mapolsek Sorong Kota, massa kembali keluar dan menyerang polisi.
Serangan massa memaksa aparat melepaskan gas air mata untuk membubarkan kelompok tersebut. Meski demikian, massa disebut semakin beringas dan terus menyerang aparat.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan yang berada di lokasi juga menjadi sasaran lemparan molotov. Beruntung, molotov tersebut tidak mengenai Kapolresta maupun personel polisi lainnya.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan mengatakan polisi masih berupaya meredam situasi melalui koordinasi dengan para tokoh setempat.
" Sementara kami berkoordinasi dengan para tokoh untuk meredam aksi ini, ini ade-ade kita juga yang terprovokasi dan melakukan aksi mereka,"ungkap Kapolresta di lokasi kejadian.
Amry menyebut aparat masih bertahan di sekitar lokasi sambil memberikan imbauan agar massa tidak kembali melakukan tindakan anarkis.
" Semoga semua hari ini bisa kita atasi yah, karena rekan-rekan media lihat sendiri, mereka (sekelompok pemuda) ini anarkis sekali, anggota saya malah dilempar batu, botol juga molotov, ini sangat nyata terlihat yah, "ungkap Kapolresta.
Pasukan Dalmas Polresta Sorong Kota saat mengambil posisi bertahan atas serangan sekelompok pemuda Sorpus.
Terkait kemungkinan penambahan personel, Amry mengatakan polisi masih memantau perkembangan eskalasi di lapangan.
" (Untuk) perbantuan kami masih melihat kondisi di lapangan yah, sementara rekan-rekan masih bisa atasi,"ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan konsolidasi pengamanan. Personel dari Polsek Sorong Barat dan Ditpolair Polda Papua Barat Daya juga terlihat merapat ke kawasan Kuda Laut untuk mempertebal pengamanan.
Aparat masih berupaya membuka akses jalan dan mencegah bentrokan meluas ke titik lain di Kota Sorong.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
