Update Hari Ke-5 Ledakan Maut di Biak, Tim Gabungan Temukan 32 Potongan Tubuh Korban
BIAK, iNewsSorongraya.id — Tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh pada hari kelima penanganan pascaledakan di kawasan Kompleks Perikanan Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Temuan itu memperkuat urgensi proses identifikasi korban sekaligus memperpanjang kerja pencarian di area terdampak ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, mengatakan jumlah korban meninggal dunia hingga Kamis, 4 Juni 2026, tercatat sebanyak enam orang. Sementara itu, tiga korban lain masih dalam proses pencarian dan identifikasi oleh tim gabungan.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan kasus ini terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana Polda Papua, Puslabfor Polda Papua, Tim DVI, serta sejumlah instansi terkait. Mereka bekerja secara terpadu untuk melakukan pencarian korban, sterilisasi lokasi, olah tempat kejadian perkara, dan penyelidikan penyebab ledakan.
"Untuk korban yang sebelumnya masih menjalani perawatan inap, saat ini telah bergabung di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. Korban mengalami patah tulang dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan serta RSUD Biak," ujar Kapolres.
Dalam operasi hari kelima, Tim Jibom Gegana Polda Papua menemukan 30 potongan tubuh saat melakukan sterilisasi di area ledakan. Sementara itu, Tim SAR Gabungan menemukan dua potongan tubuh lain di area pencarian.
Seluruh potongan tubuh tersebut telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim gabungan juga menerima sejumlah barang temuan yang diduga milik korban, yaitu tiga buah parang, satu buah pisau, dan dua buah jam tangan.
Kapolres menjelaskan, Tim DVI telah membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian. Posko tersebut berfungsi untuk mengumpulkan data pembanding dari keluarga korban, termasuk informasi fisik, riwayat medis, ciri khusus, dan sampel DNA.
Pada hari yang sama, Tim DVI telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban. Tim juga mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang jenazahnya belum teridentifikasi.
"Besok Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi," tambahnya.
Proses pencarian korban dilakukan dengan pembagian wilayah kerja. Pada Ring 1, evakuasi barang-barang maupun potongan tubuh baru dapat dilakukan setelah tim mendapatkan rekomendasi keamanan dari Tim Jibom. Pada Ring 2, Basarnas dan tim gabungan tetap melakukan pencarian dalam radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan.
Pembagian area tersebut dilakukan karena lokasi kejadian masih berisiko. Tim Jibom Gegana Polda Papua baru menyelesaikan sterilisasi sekitar 75 persen area terdampak ledakan. Sisa 25 persen area masih menunggu pemeriksaan lanjutan sebelum dinyatakan aman.
"Dari hasil sterilisasi hari ini, tim Jibom menemukan 42 serpihan casing proyektil yang selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut," jelas Kapolres.
Di sisi lain, Tim Puslabfor Polda Papua telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan. Dari pemeriksaan awal, tim mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, dan satu mata gerinda untuk diteliti di laboratorium forensik.
Puslabfor menyatakan tidak ada hambatan teknis yang berarti dalam proses investigasi. Namun, olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih harus disterilisasi oleh Tim Jibom.
Komandan Tim Jibom Gegana Polda Papua menyebut faktor cuaca menjadi kendala utama dalam sterilisasi hari kelima. Hujan yang mengguyur lokasi membuat tim hanya dapat bekerja maksimal sekitar dua jam.
Kapolres Biak Numfor meminta masyarakat memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan benda-benda yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II. Ia menegaskan benda berbahaya tersebut harus ditangani oleh personel khusus.
"Kami masih membuka posko baik di lokasi kejadian maupun di Polres Biak Numfor. Apabila masyarakat mengetahui, menemukan, atau menyimpan benda-benda yang diduga peninggalan Perang Dunia II, segera laporkan kepada kami melalui posko, Polres, maupun Polsek terdekat agar dapat ditangani secara aman oleh petugas yang berkompeten," tegas Kapolres.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, juga meminta warga tidak mendatangi lokasi ledakan tanpa kepentingan. Ia mengatakan area tersebut masih dalam proses sterilisasi dan penyelidikan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang masih dalam proses sterilisasi dan penyelidikan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas karena masih terdapat potensi ditemukannya material berbahaya di sekitar lokasi kejadian," ujar Kabid Humas.
Cahyo menegaskan masyarakat tidak boleh menyentuh, memindahkan, atau membongkar benda yang diduga sisa amunisi, bom, granat, maupun material peninggalan Perang Dunia II.
"Segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus. Langkah cepat masyarakat dalam melaporkan temuan tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun insiden serupa di kemudian hari," tegas Kombes Pol. Cahyo.
Hingga kini, seluruh unsur penanganan masih bekerja di lapangan. Proses pencarian, identifikasi korban, sterilisasi lokasi, dan penyelidikan forensik terus dilakukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban serta memastikan area terdampak benar-benar aman.
Editor : Hanny Wijaya