Tim Forensik Ungkap Mortir Dipotong Gergaji Picu Ledakan Biak
JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Tim Laboratorium Forensik Polda Papua mengungkap aktivitas pemotongan mortir menggunakan gergaji besi sebagai pemicu ledakan maut di Kompleks Perikanan, Kabupaten Biak Numfor. Ledakan tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai enam lainnya.
Kabid Laboratorium Forensik Polda Papua AKBP I Gede Suhartawan menjelaskan, pemeriksaan tempat kejadian perkara baru dilakukan setelah Tim Penjinak Bom Satbrimob Polda Papua memastikan lokasi aman dari kemungkinan ledakan susulan.
Tim forensik menemukan pusat ledakan berada di kolong rumah milik seorang warga. Detonasi tersebut meninggalkan kawah berdiameter sekitar 3,6 meter dengan kedalaman kurang lebih 80 sentimeter.
Petugas kemudian mengamankan 111 barang bukti dari lokasi kejadian. Barang tersebut meliputi 88 serpihan logam, mata gergaji besi, mata gerinda, mesin gerinda, proyektil logam, pakaian korban, serta botol berisi serbuk yang diduga merupakan sisa bahan peledak.
Hasil pemeriksaan menunjukkan serpihan logam yang ditemukan identik dengan mortir utuh yang turut diamankan. Seluruh serpihan tersebut juga diketahui berasal dari jenis mortir yang sama.
Uji kimia forensik menemukan kandungan Trinitrotoluene atau TNT. Zat tersebut termasuk bahan peledak berdaya tinggi yang memerlukan mekanisme pemicu untuk menghasilkan detonasi.
“Berdasarkan hasil analisis ilmiah, ledakan dipicu oleh aktivitas pemotongan mortir menggunakan gergaji besi. Gesekan antara mata gergaji dengan badan mortir menghasilkan panas yang mengenai fuse atau pemicu ledakan sehingga mengaktifkan booster dan akhirnya memicu detonasi terhadap muatan utama berupa TNT,” jelas AKBP Dr. I Gede Suhartawan.
Ia menegaskan TNT tidak meledak hanya karena dibakar. Dalam kasus tersebut, panas dari gesekan saat mortir dipotong diduga mengaktifkan rangkaian pemicu, kemudian memicu booster dan meledakkan muatan utama.
Temuan ilmiah itu diperkuat oleh keterangan saksi dan peralatan kerja yang ditemukan di lokasi kejadian. Penyidik menyimpulkan terdapat aktivitas pemotongan atau pembongkaran mortir sebelum ledakan terjadi.
Hasil laboratorium menjadi dasar penting bagi penyidik untuk menentukan penyebab ledakan sekaligus mematahkan spekulasi mengenai sumber detonasi. Meski penyebab teknis telah diketahui, polisi masih menelusuri asal-usul mortir yang berada di tengah permukiman warga tersebut.
Editor : Hanny Wijaya