Polisi Imbau Warga Biak Tak Sentuh Benda Diduga Peninggalan Perang Dunia II
BIAK NUMFOR, iNewssorongraya - Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait ledakan di Kompleks Perikanan Biak.
Ia menegaskan, seluruh perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara terbuka dan berkala oleh kepolisian berdasarkan fakta serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mempercayakan proses penanganan peristiwa ini kepada tim gabungan yang saat ini masih bekerja di lapangan. Apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan peninggalan perang atau benda berbahaya lainnya, segera laporkan kepada pihak kepolisian dan jangan mencoba memindahkan atau membukanya sendiri karena dapat membahayakan keselamatan,” ujar Kombes Cahyo.
Imbauan tersebut disampaikan setelah petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II. Barang-barang itu berasal dari hasil temuan tim gabungan dan penyerahan masyarakat.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, Tim Jibom Brimob bersama personel Kompi Brimob akan melaksanakan disposal atau pemusnahan terhadap benda-benda yang masih memiliki potensi bahaya.
“Barang-barang yang akan dilakukan disposal merupakan hasil temuan dan penyerahan masyarakat yang diduga masih memiliki potensi bahaya. Kegiatan disposal direncanakan dilaksanakan di Mako Batalyon Brimob,” katanya.
Meski lokasi utama ledakan telah dinyatakan steril, polisi tetap memasang garis polisi di area Ring 1. Akses ke lokasi hanya diperbolehkan bagi tim gabungan yang bertugas melakukan pencarian, olah TKP, dan penyelidikan.
Pada hari ke-8 penanganan, jumlah korban meninggal dunia masih tercatat enam orang. Tiga korban lainnya masih dicari oleh tim gabungan di area Ring 1, Ring 2, perairan, dan pantai dengan radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan.
Kabid Humas juga menyampaikan apresiasi kepada unsur TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang mendukung penanganan pascaledakan. Polisi menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas selama proses pencarian, identifikasi, dan penyidikan masih berlangsung.
Editor : Hanny Wijaya