Update Ledakan Bom PD II di Biak: 9 Tewas, Seluruh Korban Berhasil Diidentifikasi Lewat DNA
JAYAPURA, iNewsSorongRaya.id - Polda Papua menyampaikan perkembangan terbaru terkait insiden mematikan ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang mengguncang Kabupaten Biak Numfor pada Minggu (31/5) lalu. Data terbaru menyatakan bahwa tragedi tersebut merenggut nyawa sembilan orang dan menyebabkan enam warga lainnya terluka.
“Insiden bom meledak tersebut mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, 6 orang mengalami luka-luka,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Kombes Cahyo memaparkan bahwa jalannya proses penyelidikan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan penanganan perkara melibatkan bahan peledak tinggi serta proses identifikasi korban yang harus didasarkan pada metode ilmiah.
"Beberapa korban pada awalnya belum dapat diidentifikasi, namun berkat kerja keras Tim DVI Polda Papua seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing," ujar dia.
Kesulitan pengenalan visual para korban di lapangan dibenarkan oleh Tim DVI Polda Papua, Penata I Hamzah Chusaeni. Ia menjelaskan pihaknya terpaksa menempuh jalur pengujian DNA guna memastikan validitas data. Dalam prosesnya, tim medis mengambil tiga sampel DNA pembanding dari pihak keluarga dan sepuluh sampel jaringan tubuh dari para korban.
Seluruh sampel medis tersebut langsung diterbangkan ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta. Setelah melalui pemeriksaan ilmiah yang mendalam, identitas seluruh korban akhirnya terkuak secara pasti sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
"Melalui pemeriksaan DNA tersebut, seluruh korban yang sebelumnya belum dapat dipastikan identitasnya akhirnya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing," ungkap Hamzah.
Sebagai informasi, peristiwa ledakan bom tua ini terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, pada hari Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar